Pelangas – Suasana penuh keakraban menyelimuti halaman Masjid Miftahul Jannah, Desa Pelangas, Kabupaten Bangka Barat, Jumat (10/7/2026), saat masyarakat menggelar tradisi Nganggung Durian dan Sedekah Durian. Kegiatan yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi salah satu rangkaian Kontes Durian Bangka Belitung, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada para tamu dari berbagai daerah.
Ratusan warga berkumpul membawa aneka hidangan dan durian hasil kebun kelekak untuk disantap bersama. Tradisi tersebut tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur atas hasil panen, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarwarga.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Wydia Kemala Sari, mengapresiasi pelaksanaan tradisi yang dinilai memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata budaya.
“Hal seperti ini bisa dijadikan event budaya yang akan kita promosikan menjadi lebih besar lagi sehingga semakin dikenal masyarakat luas. Tidak hanya menarik masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan nusantara hingga mancanegara. Seru sekali menikmati durian bersama-sama, dan masyarakat terlihat sangat antusias,” ujarnya.
Menurut Wydia, kekuatan sebuah destinasi wisata tidak hanya terletak pada keindahan alam maupun cita rasa kuliner, tetapi juga pada tradisi dan nilai-nilai kebersamaan yang tetap terjaga di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Pelangas, Hermin, menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang sudah dijalankan sejak zaman kakek nenek kami. Tradisi ini dilaksanakan saat kelekak-kelekak kami sedang berbuah, dan tahun ini waktunya kami sesuaikan dengan pelaksanaan Kontes Durian Bangka Belitung. Selain mempererat tali silaturahmi, kegiatan ini juga memberikan manfaat bagi para pelaku UMKM,” kata Hermin.
Semarak acara juga dihadiri influencer kuliner Bangka Belitung, Koko Bangka Ngin, yang dikenal dengan ungkapan khasnya, “Hosit”, yang berarti “enak sekali”. Ia mengaku terkesan dengan suasana kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat Desa Pelangas.
“Acara ini luar biasa. Kekeluargaan masyarakat Desa Pelangas sangat rukun dan damai. Saya melihat masyarakat Tionghoa dan Melayu bersama-sama bergotong royong memajukan pariwisata melalui kegiatan nganggung di Masjid Miftahul Jannah ini. Sangat luar biasa,” ungkapnya.
Saat mencicipi durian khas Pelangas, Koko pun berkali-kali melontarkan kata “Hosit” sebagai bentuk apresiasinya terhadap cita rasa durian yang disajikan.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga melaksanakan Familiarization Trip (Famtrip) yang berlangsung pada 9–12 Juli 2026 dalam rangka mendukung penyelenggaraan Pesona Budaya Jerieng 2026, meliputi Taber Laot, Festival Durian, dan Sedekah Bumi di Desa Rambat, Desa Pelangas, dan Desa Air Limau, Kabupaten Bangka Barat.
Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan destinasi dan produk wisata Bangka Belitung kepada para pelaku industri pariwisata sekaligus membuka peluang kerja sama paket wisata, transaksi bisnis, dan business matching kepariwisataan.
Sejumlah biro perjalanan wisata dari berbagai daerah turut menjadi peserta Famtrip, yakni Panorama Destination Jakarta, Travel 10 Jakarta, Agatha Tour Tangerang-Banten, Kencana Wisata Batam, dan DDM Tour Palembang. Para peserta juga ikut membaur bersama masyarakat dalam tradisi Nganggung Durian, menikmati durian khas Pelangas sekaligus merasakan langsung kehangatan budaya lokal.
Melalui kolaborasi antara pelestarian tradisi, promosi destinasi, dan keterlibatan pelaku industri pariwisata, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berharap budaya lokal seperti Nganggung Durian dapat berkembang menjadi kalender event unggulan yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.