TANJUNGPANDAN—Disparbudkepora Babel melalui UPTD Balai Pengembangan Pariwisata Wilayah Belitung menggelar seminar akhir dalam program pendampingan Desa Wisata Keciput. Seminar  yang berlangsung di Hotel La Lucia Tanjungpandan belum lama ini dibuka oleh Kepala Disparbudkepora Babel Wydia Kemala Sari.

Dalam seminar itu laporan pendampingan disampaikan oleh Koordinator Tim Pendamping. Kemudian  dilanjutkan dengan paparan Ketua Pokdarwis Gerude Belitong Care, Yuhenzi serta simulasi paket wisata hasil pendampingan di Desa Keciput oleh seluruh peserta.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Peningkatan Daya Tarik Destinasi Pariwisata Tahun Anggaran 2025.

Pendampingan yang dilakukan pada 2025 berfokus pada penguatan kapasitas SDM pengelola Desa Wisata Keciput melalui empat kerangka tata Kelola, yakni organisasi dan kelembagaan, potensi destinasi, pelayanan wisata, serta promosi dan kemitraan.

Hasil pendampingan meliputi penyusunan dokumen kelembagaan, SOP pelayanan dan organisasi, pemetaan potensi wisata, dan rencana promosi desa wisata serta produk wisata.

Seminar tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan seperti Bappeda, Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, Dinas UKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja, KPHL Belantu Mendanau, pelaku industri pariwisata, BUMN, serta perbankan. Kehadiran mereka diharapkan membuka peluang kolaborasi untuk mendukung pengembangan Desa Wisata Keciput.

Kepala UPTD Balai Pengembangan Pariwisata Wilayah Belitung, Apri menyatakan sudah tercipta satu produk wisata baru yang mengangkat potensi alam dan kearifan lokal daerah setempat dengan tingkat karakter dan ke khasan produk yang tinggi.

“Selain itu hasil pendampingan ini telah melahirkan sebuah dokumen yang dapat menjadi acuan pengelolaan desa wisata, baik di Desa Keciput maupun di wilayah Bangka Belitung sekaligus mendorong keterlibatan industri dan CSR dalam mendukung Pokdarwis Gerude Belitong Care,” ujar   Apri. (Release/Disparbudkepora)