Mentok – Rembuk Pelajar Bangka Barat 2026 menghimpun aspirasi siswa terkait kebutuhan, permasalahan, dan harapan mereka di lingkungan sekolah maupun fasilitas umum. Hasil rembuk tersebut direncanakan disampaikan kepada DPRD Kabupaten Bangka Barat sebagai masukan bagi pemangku kebijakan. Kegiatan bertema “Muda Berani, Semangat Merah Putih Membara Membangun Kolaborasi” ini berlangsung di Perpustakaan Daerah Bangka Barat, Selasa (20/10/2026).
Program ini diinisiasi oleh Fakhrur Rozy, Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan Nasional asal Kepulauan Bangka Belitung sekaligus pendiri Komunitas Literasi Rumah Besti’s (Bersama Literasi dan Inklusif Sosial).
Kegiatan tersebut diikuti pelajar SMP dan SMA sederajat dari berbagai sekolah, meliputi pengurus OSIS, anggota ekstrakurikuler seni, Pramuka, Paskibraka, hingga jurnalistik. Pertemuan lintas sekolah ini menjadi wadah bagi pelajar untuk bertukar gagasan, memperluas wawasan, serta menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang mereka hadapi di lingkungan sekolah maupun fasilitas umum.
Fakhrur Rozy mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran kegiatan yang berlangsung interaktif. Antusiasme peserta juga terlihat dari harapan agar Rembuk Pelajar dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Rembuk Pelajar ini bertujuan mengetahui kebutuhan anak muda, baik di lingkungan sekolah maupun fasilitas umum di sekitar mereka. Para pelajar menuliskan secara langsung kebutuhan, permasalahan, dan harapan mereka. Insyaallah, hasil rembuk ini akan kami sampaikan kepada anggota DPRD Kabupaten Bangka Barat sebagai aspirasi. Kami ingin menunjukkan bahwa demokrasi dapat dijalankan dengan menyampaikan suara secara santun,” ujar Fakhrur Rozy.
Ia berharap, kegiatan ini tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menjembatani aspirasi pelajar dengan para pemangku kepentingan di daerah.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut disampaikan Fitri Kamsiah, guru SMP Negeri 3 Mentok. Menurutnya, Rembuk Pelajar memberikan manfaat positif bagi pengembangan wawasan, kepercayaan diri, kemampuan berbicara di depan umum (public speaking), serta keterampilan bersosialisasi siswa.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena menjadi wadah bagi siswa untuk bersosialisasi, membangun relasi yang sehat dengan teman sebaya dari sekolah lain, meningkatkan kepercayaan diri, dan melatih kemampuan berbicara di depan umum,” ungkap Fitri.
Ia berharap semakin banyak kegiatan positif yang memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan hubungan sosial yang sehat dengan teman sebaya maupun lingkungannya.
Pelaksanaan Rembuk Pelajar di Perpusda Bangka Barat juga memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang edukasi yang inklusif, interaktif, dan terbuka bagi generasi muda. Melalui kegiatan ini, pelajar didorong untuk berani menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan, serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah.
Ke depan, Rembuk Pelajar diharapkan menjadi agenda kolaboratif yang berkelanjutan untuk melahirkan generasi muda Bangka Barat yang kritis, kreatif, berkarakter, dan mampu menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab.