PANGKALPINANG – Partisipasi Kepulauan Bangka Belitung dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 membuahkan hasil nyata melalui transaksi perdana dengan merek asal Prancis, Notre Dame D'OE.
Produk ekonomi kreatif (ekraf) berbasis lada dari Babel, Billiton Spice, menarik minat buyer Eropa dengan berhasil mengekspor 1 pallet (50 karton) lada putih Muntok dengan berat kotor 570 kg dan nilai transaksi €5.440 atau sekitar Rp110 juta. Shipment pertama dijadwalkan berangkat pada 21 Oktober 2026. Pembeli juga memperkirakan akan melakukan pemesanan ulang (repeat order) sekitar tiga kali dalam setahun. Dengan pola tersebut, potensi nilai transaksi dari satu buyer ini dapat mencapai sekitar €16.000 atau lebih dari Rp300 juta per tahun.
Transaksi ini bermula dari kunjungan buyer ke booth Babel di TEI 2026. Setelah melihat langsung produk yang dipamerkan, buyer menilai kualitasnya sesuai kebutuhan pasar di negara asal dan memutuskan melakukan uji coba pemesanan pertama. Kemudian transaksi ini berlanjut hingga selepas pameran dengan adanya pertemuan antara perwakilan buyer dari Notre Dame D'OE dan perwakilan Billiton Spice di bandara untuk membahas berbagai skema kebutuhan ekspor hingga perencanaan untuk peluang pemesanan selanjutnya. Hal ini menunjukkan integritas serta menegaskan komitmen pelaku ekonomi kreatif Babel dalam menjaga kepercayaan buyer dan membangun kemitraan jangka panjang secara professional.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa usaha pelaku ekraf yang dibawa Babel pada TEI 2026 merupakan rantai nilai lada yang utuh, dari hulu hingga hilirisasi. Pendekatan ini memperkuat daya saing lada sebagai komoditas unggulan daerah sekaligus membuka hingga memperluas jaringan pasar Babel di Eropa khususnya Prancis.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eko Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
"Hasil ini membuktikan bahwa lada Bangka Belitung punya tempat di pasar dunia. Kami berterima kasih kepada pelaku ekonomi kreatif yang menjaga kualitas, dan kami berkomitmen terus mendampingi, mulai dari promosi, perlindungan kekayaan intelektual, hingga akses pasar ekspor," ujarnya.
Ke depan, Disparbudkepora Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan terus mendorong pelaku ekraf melalui fasilitasi promosi, pendampingan legalitas dan perlindungan kekayaan intelektual, serta akses ke pameran dagang nasional dan internasional agar produk Babel semakin dikenal dan berdaya saing global.
(Foto: pertemuan lanjutan perwakilan buyer Notre Dame D'OE dan Billiton Spice di bandara; ilustrasi produk)