Pangkalpinang — Belum lama ini, bertepatan dengan peringatan Hari Kebudayaan Nasional Indonesia, Cantabile Ethnic Ensemble membawa kebanggaan bagi Bangka Belitung setelah meraih dua penghargaan dalam Asia All Star Festival di Opera House, Sias University, Zhengzhou, Henan, China, Sabtu (17/10/2026).

 

Kelompok musik yang terdiri dari siswa, pengajar, dan seniman ini berhasil meraih Gold Award pada kategori Group Ensemble serta Grand Champion 1st pada kategori Music, yang menempatkan mereka sebagai juara utama dari seluruh peserta kategori musik.

 

Keikutsertaan Cantabile Ethnic Ensemble dalam ajang internasional ini berawal dari undangan panitia. Sebelumnya, pada 2024, Cantabile juga pernah mengikuti ajang tersebut dan meraih Gold Award. Tahun ini, sebanyak 10 delegasi diberangkatkan ke China, termasuk delapan pemain musik serta tim pendamping.

 

Dalam penampilannya, Cantabile Ethnic Ensemble membawakan komposisi musik yang diadaptasi dari karya tari Gajah Manunggang. Karya tersebut dikemas dengan aransemen yang lebih segar tanpa meninggalkan karakter senandung dan irama autentik Bangka Belitung.

 

Identitas daerah diperkuat melalui penggunaan alat musik dambus dan akordion, unsur vokal dari senandung Gajah Manunggang, serta busana tradisional berupa baju kurung dan songkok resam Bangka Belitung. Perpaduan tersebut menjadi upaya Cantabile untuk memperkenalkan kekayaan musik dan budaya daerah kepada masyarakat internasional.

 

Dua penghargaan yang diraih menjadi pencapaian penting bagi Cantabile Ethnic Ensemble. Gold Award diberikan pada kategori Group Ensemble, sedangkan Grand Champion 1st merupakan gelar juara utama kategori Music. Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa musik etnik Bangka Belitung memiliki potensi untuk mendapat apresiasi di panggung internasional.

 

Namun, perjalanan menuju Zhengzhou tidak berlangsung mudah. Sejak tahap persiapan, tim menghadapi keterbatasan anggaran setelah dinyatakan layak memperoleh dukungan Dana Indonesiaraya. Untuk memenuhi kebutuhan keberangkatan, Cantabile mengajukan sejumlah proposal kepada berbagai pihak guna mendapatkan dukungan tambahan.

 

Alfris Sarwinto, pengusul Dana Indonesiaraya, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut dan mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang memungkinkan keberangkatan delegasi Cantabile ke China.

 

“Alhamdulillah, membawa para pemain musik sampai ke China membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Ini menjadi sesuatu yang luar biasa bagi kami. Tanpa dukungan Dana Indonesiaraya, mungkin perjalanan ini tidak dapat terwujud,” ujar Alfris.

 

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para sponsor dan donatur, Pemerintah Kota Pangkalpinang yang telah memfasilitasi konser pamit sebelum keberangkatan, serta Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang turut memberikan dukungan.

 

“Prestasi ini kami persembahkan untuk Bangka Belitung. Bertepatan dengan Hari Kebudayaan Nasional pada 17 Oktober, pencapaian ini menjadi persembahan kami untuk memperkenalkan musik dan budaya Bangka Belitung ke panggung dunia. Kami ingin menunjukkan bahwa kekayaan budaya daerah memiliki tempat dan mampu meraih apresiasi di tingkat internasional,” tambahnya.

 

Menurut Alfris, keberhasilan ini bukan semata-mata tentang penghargaan, melainkan juga tentang keberanian membawa identitas daerah ke tengah pertemuan budaya dunia.

 

Cantabile Ethnic Ensemble berkomitmen untuk terus mengembangkan dan memperkenalkan musik serta budaya Bangka Belitung melalui berbagai kesempatan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Prestasi di Zhengzhou diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menjaga warisan budaya sekaligus membawanya semakin dikenal dunia.

 

Dari Bangka Belitung untuk Indonesia, dari Indonesia untuk dunia.