BAHASA - ENGLISH

Air Abik, Bangka-Tim Peneliti dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan menyusuri perjalanan menuju Kampung Adat Gebong Memarong di Dusun Air Abik, Desa Gunung Muda, Kabupaten Bangka pada Senin (07/07/2025).

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya penelitian yang didanai oleh Kemendiktisaintek 2025 untuk mendokumentasikan, memahami, dan menjajaki potensi kolaborasi dalam pelestarian serta pengembangan kearifan lokal masyarakat adat sesuai dengan lokus penelitian yang telah ditetapkan.

Tim Peneliti ISBI Bandung yang dipimpin oleh Prof. Dr. Sri Rustiyanti, didampingi oleh Dr. Wanda Listiani, M.Ds., dan Anrilia E.M. Ningdyah, Ph.D, Psikolog disambut langsung oleh para tokoh adat Kampung Adat Gebong Memarong serta masyarakat Dusun Air Abik lainnya.

Dalam kunjungan ini, tim peneliti berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat adat, mengamati arsitektur rumah tradisional memarong yang khas, yang terdiri atas 7 rumah panggung. Rumah Panggung Memarong ini memiliki ciri khas berbentuk panggung dibangun di atas tiang-tiang kayu tinggi, sebagian besar menggunakan kayu, bambu, dan daun nipah atau rumbia sebagai atap.

Ruang penting dalam struktur Kampung Adat Gebong Memarong adalah Bale (Balai) sebagai pusat musyawarah dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, Bale ini mempunyai ukuran lebih besar dibandingkan rumah tinggal, ukuran yang lebih luas sehingga bisa menampung banyak orang. Selain untuk musyawarah adat, Bale juga digunakan untuk upacara adat, pertemuan desa, tempat belajar, hingga kegiatan kesenian, lokasi strategis terletak di tengah-tengah kampung atau di lokasi yang mudah dijangkau oleh seluruh warga.

Tim Peneliti ISBI Bandung Prof. Dr. Sri Rustiyanti mengungkapkan kekagumannya terhadap keberlanjutan tradisi di tengah modernisasi. "Kami sangat terkesan dengan cara masyarakat Gebong Memarong menjaga dan mewariskan nilai-nilai luhur serta bentuk-bentuk budaya mereka kepada generasi muda," ungkapnya.

Sementara itu Dr. Wanda Listiani dari tim ISBI lainnya mengungkapkan pada aspek desain dan fungsi dari rumah Gebong Memarong serta artefak budaya sebagai representasi kekayaan intelektual lokal.

“Galeri, tempet pesake, balai, berambak kedunci, berambak  gunong sangeng, berambak gebong buket mudek, berambak gebong dukek, berambak aik dukek yang menjadi identitas artefak kampung adat ini sangat kental dengan kekayaan intelektual lokal.” jelasnya.

Sesepuh adat Mapor Dusun Aik Abik Abok Geboi mengatakan masyarakat di Kampung Adat Gebong Memarong hingga kini masih teguh memegang adat istiadat leluhur, terutama yang berpusat pada musyawarah mufakat dan penghormatan terhadap alam serta leluhur.

“Masyarakat disini masih memiliki sistem sosial yang kuat dengan peran penting para sesepuh dalam pengambilan keputusan melalui bale adat, tempat segala persoalan dibahas dan diselesaikan secara kekeluargaan.” kata Abok Geboi.

Tim peneliti berharap dapat mendokumentasikan pengetahuan tradisional ini sebagai bagian dari upaya pelestarian dan diseminasi dan juga diharapkan dapat menjadi jembatan bagi ISBI Bandung untuk menjalin kerja sama penelitian lebih lanjut, atau bahkan pengembangan kurikulum yang relevan dengan kekayaan budaya tradisional sebagai sebaran materi perkuliahan yang terdapat dalam kurikulum Prodi Antropologi Budaya di Fakultas Budaya dan Media ISBI Bandung.