PANGKALPINANG-

Setelah berlangsung selama tiga hari, Kegiatan Pelatihan Tata Kelola, Bisnis dan Pemasaran Destinasi Pariwisata Bangka Belitung (Babel) selesai, dan ditutup secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Kepemudaan Olahraga (Disparbudkepora) Babel Suharto.
Didampingi Kepala Bidang (Kabid) Destinasi dan Pemasaran Pariwisata Disparbudkepora Firmansyah Kamis (09/09/2021) di Hotel Fox Harris Pangkalpinang, Suharto mengatakan, kegiatan Pelatihan ini merupakan salah satu program Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik dana pelayanan kepariwisataan dari Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif yang diberikan kepada Babel.
"Untuk diketahui, dana ini diberikan kepada kita (Pemprov Babel) guna mendukung peningkatan kualitas destinasi pariwisata dan daya saing pariwisata di daerah, juga untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas masyarakat local, serta guna perluasan kesempatan kerja dibidang pariwisata," jelasnya.
Selain itu, kata Suharto, penentuan daerah penerima DAK non fisik dana pelayanan kepariwisataan dilakukan dengan memperhatikan hal-hal seperti provinsi/kabupaten/kota yang berada di 10 destinasi pariwisata prioritas.
Berkenaan dengan hal itu, dirinya berharap pariwisata Babel yang telah masuk dalam 10 destinasi itu jangan sampai turun gradenya, karena akan mengakibatkan program sasaran prioritas dari anggaran APBN tidak akan turun.
"Jangan sampai turun, tujuan kita pada saat ini tidak lain untuk meningkatkan peran desa wisata, apalagi saat ini Babel sedang mengikuti program Anugerah Desa Wisata dari Kemenparekraf," ujarnya.
Kepada seluruh peserta Kadisparbudkepora berharap setelah mengikuti pelatihan untuk dapat menerapkan ilmu yang telah didapat dari para narasumber, agar nantinya dapat diterapkan di daerah masing-masing dan harus mempunyai prinsip serta selalu berinovasi.
Kadisparbudkepora juga menyampaikan apresiasi setinggi–tingginya kepada panitia, narasumber dan para peserta yang telah mengikuti pelatihan ini.
"Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia yang sudah berperan aktif menyelenggarakan kegiatan ini dengan sukses. Begitu pula terhadap narasumber yang telah berkenan meluangkan waktunya untuk menyampaikan materi dan berdiskusi dengan peserta,” kata Suharto.
Kepada seluruh peserta, Ia berpesan agar ilmu yang sudah didapat dipraktekkan di desa masing-masing, dan potensi yang dimiliki untuk ditingkatkan serta dijaga.
Pelatihan Tata Kelola, Bisnis dan Pemasaran Destinasi Pariwisata Babel yang dilaksanakan sejak tanggal 7-9 September 2021 diikuti 40 orang peserta berasal dari perwakilan Kelompok Sadar Wisata kabupaten/kota se-Babel.(rel/reza).