SUNGAILIAT-Pelatihan Kebersihan di Destinasi Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ditutup secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Kepemudaan Olahraga (Parbudkepora) Babel Suharto pada hari ini, Jumat (12/10/2021). Bertempat di Gedung Auditorium Depati Amir Hotel Tanjung Pesona, Sungailiat, Kabupaten Bangka.
Pelatihan yang diikuti sebanyak 40 orang peserta dari pengelola daya tarik wisata (DTW) yaitu hutan kemasyarakatan (HKM), pantai, taman nasional dan pulau-pulau kecil ini telah berlangsung selama tiga hari.
Dalam sambutannya Kadisparbudkepora menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para peserta yang diikuti para generasi pemuda ini dengan penuh semangat dan antusias dalam mengikuti pelatihan yang digelar oleh Bidang Destinasi Pemasaran Disparbudkepora Babel.
"Terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada pemuda yang telah mengikuti kegiatan hingga selesai, dengan mendapatkan ilmu dari pelatihan ini minimal mereka bisa merubah pola pikir, cara pandang dan menganalisa sehingga dapat berkontribusi dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya." ungkap Suharto.
Selain itu Ia juga berharap setelah kembali ke daerah masing-masing para komunitas/pengelola daya tarik wisata harus tetap semangat, jangan sampai jadi penonton tapi harus harus jadi pemain.
"Peran pemuda yang kami ingikan bisa merubah pola hidupnya, terkait ilmu yang didapatkan mengenai pengelolaan sampah juga harus di aplikasikan sehingga nantinya bisa menjadi pemasukan ekonomi bagi mereka sendiri, suatu saat saya akan datang untuk melihat aksi mereka." tuturnya.
Sementara itu salah satu peserta pelatihan mengatakan sangat banyak sekali manfaat selama mengikuti kegiatan ini bukan hanya soal kebersihan detinasi pariwisata saja namun mendapat ilmu baru yaitu tentang pardigma tentang pengelolaan sampah yang benar.
"Kami diajarkan paradigma baru yaitu bagaimana mengurangi faktor timbulnya sampah, cara memilah dan mengolah sampah salah satunya merubah sampah organik menjadi kompos sedangkan non organik didaur ulang untuk dijadikan kerajinan atau ikon untuk destinasi itu sendiri." papar Basrin yang merupakan perwakilan Pokdarwis dari Bangka Tengah ini.
Dirinya bersama komunitas/pengelola daya tarik wisata lainnya setelah mendapatkan ilmu pengetahuan dari pelatihan ini telah mencanangkan dan akan fokus pada pengelolaan sampah dan tidak akan menggunakan pardigma lama lagi yaitu dengan mengambil, mengumpulkan dan membuang sampah namun akan memilah sampah menjadi sesuatu yabg bermanfaat sebagi bentuk atraksi wisata edukasi.
Ia berharap pelatihan kebersihan di destinasi pariwisata Provinsi Babel ini dapat terus dilakukan ditahun berikutnya karena menurutnya juga harus ada upaya khusus untuk mensosialisasikan tata kelola sampah khususnya yang merupakan paradigma baru ini. "Terimakasih atas dilaksanakanya kegitan ini, semoga nantinya TPA itu bukan Tempat Pembuangan Akhir tapi bisa jadi Tempat Pengelolaan Akhir." tutupnya.
Ditemapat yang sama sebelum berakhirnya pelatihan dilaksankan presentasi dan tugas kelompok kerja oleh peserta yang diberikan para narasumber tentang identifikasi pengelolaan sampah di setiap daya tarik wisata.
Penutupan Pelatihan Kebersihan di Destinasi Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Tahun 2021 turut dihadiri Kasi Tata Kelola Destinasi Pariwisata Yuliarshah dan Kasi Pemasaran Pariwisata Anugrah Gusta Prima. (rz
