Pangkalpinang – Setiap yang menjabat, tentu akan ada masanya. Begitupun Suharto, selaku Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Kepemudaan Olahraga Pemprov Babel. Di mana pada hari ini (Selasa, 31/05/2022) digelar silaturahmi bersama seluruh jajaran Disparbudkepora dalam rangka melepas Suharto yang telah menyelesaikan purna tugas sebagai Abdi Negara.

Suharto mengawali karir sebagai abdi negara sejak tahun 1997. Berkat keuletan dan kegigihan dalam bekerja, menghantarkan karirnya hingga ke jenjang Kepala Dinas.

Beberapa staf Disparbudkepora turut menyampaikan beberapa kata sebagai perwakilan seluruh staf dinas. Sub Koordinator Pembinaan dan Pengembangan Olahraga, Maulai Ahadi mengucapkan terimakasih atas bimbingan yang sudah diterimanya selama ini.

“Terimakasih pak Suharto, yang sudah membimbing selama ini. Bapak ini dalam memimpin selalu terbuka. Karena itu, saya berharap tali silaturahmi kita selalu terjalin dimanapun berada,” ucap Maulai.

Dilanjutkan dengan Kabid Destinasi dan Pemasaran Pariwisata, Firmansyah. Meskipun dirinya baru merasakan berada dibawah kepemimpinan Suharto dalam kurun waktu satu tahun, namun telah banyak ilmu yang Ia dapatkan.

“Semangat yang dimiliki oleh pak Kadis ini sangat besar. Meskipun hanya dalam kurun waktu satu tahun penggabungan Dispora dan Disbudpar, saya telah mendapatkan banyak ilmu dari beliau. Tidak hanya itu, beliau juga memberikan kesempatan kepada anak buah untuk dapat mengembangkan potensi diri,” ungkap Firman.

Sedangkan Sekretaris Disparbudkepora, Herwanita yang telah mengikuti jejak Suharto sejak tahun 1997, telah merasakan banyak kesan-kesan. Dirinya sudah menganggap Suharto selayaknya seorang kakak yang selalu memberi dukungan dalam berkarir menjadi abdi negara.

“Banyak kesan yang sudah saya alami selama mengenal beliau sejak tahun 1997, saya pun sudah menganggap beliau seperti kakak saya sendiri. Beliau selalu memberikan support kepada saya agar saya menjadi percaya diri,” kata Herwanita.

Setelah berbagai staf menyampaikan beberapa kata sambutannya, Suharto berpesan kepada para pejabat agar menjadi pemimpin yang kompeten.

“Menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah, hal itu merupakan sebuah amanah yang sangat berat. Karena menjadi pemimpin tidak bisa untuk mengurus diri sendiri, namun harus mampu memimpin untuk banyak orang,” pesan Suharto.

Suharto pun mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh jajaran yang telah bekerja dibawah kepemimpinannya. Dirinya mengatakan bahwa perjuangannya menjadi seorang pemimpin yang memiliki banyak prestasi, karena dirinya mendapat dukungan staf-staf terbaik dalam bekerja.

Acara pun ditutup dengan pemberian reward kepada seluruh pegawai Disparbudkepora yang telah mengkhatamkan membaca alquran di bulan puasa lalu, yaitu berupa sejumlah uang. Hal ini merupakan bentuk kepeduliannya kepada anak buahnya yang tetap mengedepankan pentingnya ilmu agama.

“Reward ini jangan dilihat dari besaran uangnya, namun dilihat perhatian yang diberikan agar semangat berlomba-lomba didalam menjalankan kebaikan dalam ilmu agama,” tutupnya.