MENTOK – Pelajar tak sekadar belajar demokrasi di ruang kelas. Melalui program “Simulasi Satu Hari Menjadi Anggota DPRD Bangka Barat”, mereka berkesempatan duduk langsung di kursi dewan, berdialog dengan pimpinan dan anggota DPRD, serta mengenal lebih dekat proses kerja lembaga legislatif sebagai ruang penyaluran aspirasi dan pengawasan pembangunan daerah. Program yang diinisiasi Fakhrur Rozy bersama Komunitas Literasi Rumah Besti’s ini menjadi sarana pembelajaran politik praktis untuk mendorong generasi muda lebih berani menyampaikan gagasan, memahami kebijakan publik, dan berpartisipasi dalam mengawal jalannya pemerintahan.
Dalam program literasi politik dan demokrasi yang diinisiasi Fakhrur Rozy tersebut, para peserta berkesempatan mengunjungi Gedung DPRD Kabupaten Bangka Barat, berinteraksi langsung dengan pimpinan dan anggota DPRD, serta merasakan suasana berada di ruang yang menjadi tempat berlangsungnya rapat, sidang, dan berbagai agenda kelembagaan legislatif. Sepanjang kegiatan, para pelajar menunjukkan antusiasme melalui komunikasi dan diskusi interaktif bersama para wakil rakyat.
Fakhrur Rozy, selaku Ketua Komunitas Literasi Rumah Besti’s sekaligus inisiator program, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan pembelajaran demokrasi yang lebih dekat dengan kehidupan generasi muda. Melalui pengalaman langsung, peserta diharapkan tidak hanya mengenal lembaga legislatif secara teoritis, tetapi juga memahami pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.
“Harapan saya, semoga kegiatan ini tetap berlangsung dan berlanjut karena sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan anak muda dalam menyuarakan ide dan gagasan mereka langsung kepada pemangku kepentingan dan pembuat kebijakan,” ujar Fakhrur Rozy.
Ia menambahkan, keterlibatan anak muda dalam demokrasi juga perlu diarahkan pada tumbuhnya kesadaran untuk ikut mengawasi pelaksanaan program pemerintah. Dengan demikian, pembangunan dapat berlangsung secara transparan, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kedatangan para peserta disambut langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Bangka Barat H. Oktorazsari, Wakil Ketua II DPRD Bangka Barat Drs. Samsir, serta sejumlah anggota DPRD Bangka Barat.
Dalam sambutannya, H. Oktorazsari menyampaikan apresiasi kepada Komunitas Literasi Rumah Besti’s yang telah menghadirkan ruang pembelajaran politik dan demokrasi bagi generasi muda.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Komunitas Literasi Rumah Besti’s karena sudah menjadi wadah dalam kegiatan yang sangat positif, agar generasi muda dapat melek politik, demokrasi, serta regulasi,” kata H. Oktorazsari.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum bagi generasi muda untuk menyampaikan kebutuhan, aspirasi, dan keresahan mereka secara langsung kepada para wakil rakyat. Menurutnya, DPRD terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat sebagai bagian dari upaya memperjuangkan kepentingan bersama.
“Kami juga dengan terbuka dan lapang dada menerima kritik dan masukan karena kami adalah wakil rakyat. Apa yang menjadi hak masyarakat harus kami perjuangkan demi kepentingan bersama, kepentingan umum, dan kesejahteraan masyarakat secara luas,” tambahnya.
Pengalaman berinteraksi langsung dengan lembaga legislatif juga memberikan kesan tersendiri bagi para peserta. Nayla, pelajar MAN 1 Bangka Barat, menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat karena membuka kesempatan bagi pelajar untuk mengenal lebih dekat proses demokrasi dan lingkungan kerja DPRD.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami anak muda, khususnya karena kami masih berstatus sebagai pelajar. Ini menjadi pengalaman berharga karena bisa datang langsung ke Gedung DPRD Bangka Barat. Semoga kegiatan ini berlanjut pada tahun-tahun berikutnya dan Komunitas Literasi Rumah Besti’s semakin banyak menebarkan program pemberdayaan bagi anak muda dan masyarakat,” ungkap Nayla.
Hal senada disampaikan Noni, pelajar SMKS Muhammadiyah Mentok. Ia mengaku senang karena memperoleh pengetahuan baru sekaligus kesempatan berkenalan dengan peserta dari sekolah lain.
“Saya sangat senang dan mendapatkan ilmu baru serta teman baru dari beberapa sekolah. Ini pertama kalinya saya mengikuti kegiatan seperti ini dan datang langsung ke Gedung DPRD Bangka Barat, bahkan bisa duduk langsung di kursi dewan,” tuturnya.
Melalui program Simulasi Satu Hari Menjadi Anggota DPRD Bangka Barat, Komunitas Literasi Rumah Besti’s berupaya membangun pemahaman bahwa demokrasi bukan sekadar proses politik formal, melainkan juga ruang partisipasi yang membutuhkan keberanian menyampaikan gagasan, keterbukaan terhadap perbedaan, serta kepedulian terhadap kepentingan masyarakat.
Pengalaman duduk di kursi dewan diharapkan menjadi langkah awal bagi para pelajar untuk lebih mengenal hak dan tanggung jawab sebagai warga negara, berani menyampaikan aspirasi secara konstruktif, serta mengambil bagian dalam mengawal pembangunan daerah.