Pangkalpinang — Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan audiensi bersama Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparbudkepora) guna menjajaki potensi kolaborasi program di bidang pariwisata, ekonomi kreatif, dan kepemudaan. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta untuk mengembangkan potensi daerah secara berkelanjutan.

Audiensi yang berlangsung di kantor Disparbudkepora tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Disparbudkepora, Widya Kemala Sari, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Zaiyuni, Kepala Bidang Kepemudaan dan Kepramukaan Fitriyanto, serta Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Irwanto. Dari pihak HIPMI, hadir pula Ketua Bidang 1 HIPMI, Jefri Shahab, dan Agung Pratomo dari Bidang 8 yang membidangi pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dalam pertemuan tersebut, Kadisparbudkepora Widya Kemala Sari menyambut baik inisiatif HIPMI untuk menjalin kerja sama lintas sektor. Ia menegaskan kesiapan Disparbudkepora untuk berkolaborasi, serta mendorong HIPMI agar menyusun secara tertulis daftar potensi kolaborasi yang bisa dikembangkan bersama.

“Kami terbuka untuk berkolaborasi dengan HIPMI. Silakan dituangkan dalam bentuk tertulis potensi-potensi kerja sama agar bisa kami teruskan ke dinas-dinas terkait lainnya,” ujar Widya.

Dari sisi ekonomi kreatif, Kabid Ekraf Zaiyuni memaparkan berbagai program yang saat ini tengah dijalankan, mulai dari pelatihan dan sertifikasi profesi (guide, baker, SPA, dan lainnya) hingga fasilitasi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi pelaku usaha kreatif di Babel. Selain itu, Disparbudkepora juga aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti pemilihan bujang dayang dan partisipasi dalam pameran nasional, termasuk Inacraft 2025, yang diikuti lebih dari seribu peserta dari dalam dan luar negeri.

“Kami telah melaksanakan fasilitasi HAKI tahap pertama kepada 80 pelaku usaha kreatif. Namun, tahap kedua masih ditunda karena efisiensi anggaran,” jelas Zaiyuni.

Sementara itu, Kabid Kepemudaan dan Kepramukaan Fitriyanto menyampaikan bahwa pihaknya juga siap menjalin kolaborasi dengan HIPMI, khususnya dalam bidang pengembangan wirausaha muda. Ia menegaskan bahwa Disparbudkepora memiliki sejumlah program pelatihan kewirausahaan bagi pemuda berusia 16 hingga 30 tahun sesuai juknis Kemenpora RI.

“Kita perlu mencari inovasi kolaborasi yang non-budgeter, mengingat saat ini efisiensi anggaran tengah dilakukan,” ujar Fitriyanto.

Dari sektor pariwisata, Kabid Destinasi Pariwisata Irwanto menyoroti potensi investasi di Kawasan Ekonomi Kreatif Tanjung Kelayang, Belitung, yang dinilai ideal untuk pengembangan resort. Selain itu, ia juga membuka peluang kerja sama dengan HIPMI dalam pembuatan majalah promosi destinasi wisata di Bangka Belitung.

Dari pihak HIPMI, Jefri Shahab menyatakan bahwa pihaknya ingin mengetahui lebih jauh program-program Disparbudkepora yang bisa disinergikan dengan kegiatan HIPMI di tingkat daerah maupun pusat.

“Potensi pelatihan dan kegiatan ekraf dari Disparbudkepora bisa kami padukan dengan program HIPMI, termasuk pelatihan kewirausahaan dan informasi pelatihan dari pusat yang bisa dijalankan di daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Agung Pratomo menambahkan bahwa HIPMI memiliki sejumlah program kreatif, seperti HIPMI Kreatif HUB yang menjadi wadah pengembangan keterampilan public speaking dan kewirausahaan muda. Ia juga memperkenalkan inisiatif Tourism and Local Project, yaitu program pengembangan relawan di tiap kabupaten untuk mempromosikan hidden gems pariwisata Bangka Belitung melalui media sosial.

“Kami ingin menggandeng para relawan agar aktif mempromosikan potensi wisata tersembunyi di Babel. Kolaborasi dengan Disparbudkepora tentu akan memperkuat upaya ini,” tutur Agung.

Dengan Audiensi ini diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan harapan kolaborasi antara HIPMI dan Disparbudkepora dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pemberdayaan pemuda di Bangka Belitung.