Bank Data

Dokumen dan data transparansi DISPARBUDKEPORA

Total: 60 dokumen Diperbarui berkala

Surat Letda ke Mayor DW Becking 17 Juli 1850

Arsip Depati Amir 1850 ANRI

Surat dari Komandan lapangan Letnan Dua kepada Mayor DW Becking di Mentok  Nomor L.A.  tanggal 17 Juli 1850  ini terdiri  5 halaman, berbahasa Belanda, tulisan tangan, bagian dari arsip BT 17-9-1850/1 dan tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia di Jakarta. Berisi laporan pergerakan militer mengejar pasukan Depati Amir ke Pangkal Mancung, Ketapi, Terentang, Ampang, Sepang, Pusu dan Puding.

Digitisasi oleh : Ali Usman, Pamong Budaya Ahli Muda Kesejarahan 

Surat Depati Amir ke Mayor China di Mentok 1850 (2)

Arsip Depati Amir 1850 ANRI

Surat dari Depati Amir ke Mayor China di Mentok pada  tanggal 27 Januari 1850 atau 12 Rabiul Awal 1266 Hijriah ini terdiri  3 halaman, berbahasa Melayu, tulisan tangan, bagian dari arsip BT 17-9-1850/1 dan tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia di Jakarta. Surat kedua ini dibuat 5 hari setelah surat pertama dikirim. Berisi rincian peristiwa pelecehan saudari Depati Amir oleh seorang pemuda bernama Djamiel, tidak mau bertanggungjawab / menikah dan membayar denda adat sebesar 24 ringgit.  Jaksa Kepala Arifin mengganggap terjadi pemerasan dan berusaha menangkap Depati Amir di Pangkalpinang, namun gagal.  Meminta Mayor China membantu menyelesaikan perselisihan ini dan mengeluarkan keluarga Depati Amir dari penjara Jaksa Kepala Arifin. 

Digitisasi oleh : Ali Usman, Pamong Budaya Ahli Muda Kesejarahan 

Surat Depati Amir ke Mayor China di Mentok 1850 (1)

Arsip Depati Amir 1850 ANRI

Surat dari Depati Amir ke Mayor China di Mentok pada  tanggal 22 Januari 1850 atau 7 Rabiul Awal 1266 Hijriah ini terdiri  2 halaman, berbahasa Melayu, tulisan tangan, bagian dari arsip BT 17-9-1850/1 dan tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia di Jakarta. Berisi peristiwa pelecehan saudari Depati Amir oleh seorang pemuda bernama Djamiel, tidak mau menikah dan membayar denda adat sebesar 24 ringgit.  Jaksa Kepala Arifin mengganggap terjadi pemerasan dan berusaha menangkap Depati Amir di Pangkalpinang, namun gagal.  

Digitisasi oleh : Ali Usman, Pamong Budaya Ahli Muda Kesejarahan 

Algemen Verslag van Bangka 1849 halaman 13-16

Arsip Depati Amir 1849 ANRI

Algemen Verslag van Banka over het Jaar 1849 merupakan laporan tahunan yang dikeluarkan Residen Bangka F. Van Olden (Mei 1848-17 September 1950). Dokumen terdiri  dari 16  halaman, berbahasa Belanda, tulisan tangan  dan tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia di Jakarta. Berisi tentang perlawanan Depati Amir dan langkah-langkah yang sudah dilaksanakan dalam  mengatasi keonaran yang dibuat Depati Amir. 

Digitalisasi oleh : Ali Usman, Pamong Budaya Ahli Muda Kesejarahan 

Algemen Verslag van Bangka 1849 halaman 9-12

Arsip Depati Amir 1849 ANRI

Algemen Verslag van Banka over het Jaar 1849 merupakan laporan tahunan yang dikeluarkan Residen Bangka F. Van Olden (Mei 1848-17 September 1950). Dokumen terdiri  dari 16  halaman, berbahasa Belanda, tulisan tangan  dan tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia di Jakarta. Berisi tentang perlawanan Depati Amir dan langkah-langkah yang sudah dilaksanakan dalam  mengatasi keonaran yang dibuat Depati Amir. 

Digitalisasi oleh : Ali Usman, Pamong Budaya Ahli Muda Kesejarahan 

Algemen Verslag van Bangka 1849 halaman 5-8

Arsip Depati Amir 1849 ANRI

Algemen Verslag van Banka over het Jaar 1849 merupakan laporan tahunan yang dikeluarkan Residen Bangka F. Van Olden (Mei 1848-17 September 1950). Dokumen terdiri  dari 16  halaman, berbahasa Belanda, tulisan tangan  dan tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia di Jakarta. Berisi tentang perlawanan Depati Amir dan langkah-langkah yang sudah dilaksanakan dalam  mengatasi keonaran yang dibuat Depati Amir. 

Digitalisasi oleh : Ali Usman, Pamong Budaya Ahli Muda Kesejarahan 

Algemen Verslag van Bangka 1849 halaman 1-4

Arsip Depati Amir 1849 ANRI

Algemen Verslag van Banka over het Jaar 1849 merupakan laporan tahunan yang dikeluarkan Residen Bangka F. Van Olden (Mei 1848-17 September 1950). Dokumen terdiri  dari 16  halaman, berbahasa Belanda, tulisan tangan  dan tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia di Jakarta. Berisi tentang perlawanan Depati Amir dan langkah-langkah yang sudah dilaksanakan dalam  mengatasi keonaran yang dibuat Depati Amir. 

Digitalisasi oleh : Ali Usman, Pamong Budaya Ahli Muda Kesejarahan 

Surat Residen Bangka ke Administratur Pangkalpinang 1833

Arsip Depati Amir 1833 ANRI

Surat dari Residen Bangka kepada Administratur Pangkalpinang Nomor 45 tanggal 19 Januari 1833 ini terdiri  2 halaman, berbahasa Belanda, tulisan tangan, bagian dari arsip BT 17-9-1850/1 dan tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia di Jakarta. Berisi penyataan bahwa Depati Bahrin dan Depati Amir tidak berhak ikut campur dalam kekuasaan dan pemerintahan karena bukan lagi pejabat lagi. Keduanya harus tinggal dekat Pangkalpinang, di Kampung Lubuk atau Ketayu yang berada di jalan besar menuju Loekoe (Lukok) dan Durian Bras. 

Digitalisasi oleh : Ali Usman, Pamong Budaya Ahli Muda Kesejarahan 

Surat Administratur Pangkalpinang ke Residen Bangka 1833

Arsip Depati Amir 1833 ANRI

Surat dari Administratur Pangkalpinang kepada Residen Bangka Nomor 6 tanggal 13 Januari 1833 ini terdiri  3 halaman, berbahasa Belanda, tulisan tangan, bagian dari arsip BT 17-9-1850/1 dan tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia di Jakarta. Berisi laporan pengunduran diri Depati Mindien dari jabatannya dengan alasan telah 5 tahun menjabat, lelah bekerja dan tidak mencukupi kebutuhan. Tindakan ini dicurigai mengikuti abang/Kakaknya Amir yang telah meletakkan jabatan sebagai Depati. Administratur menyarankan diambil  tindakan  menempatkan Depati Amir dan Depati Mindien di luar distrik Merawang (dibuang) dan penggabungan Mundo Barat dan Mundo Timur.

Digitalisasi oleh : Ali Usman, Pamong Budaya Ahli Muda Kesejarahan 

Surat Administratur Pangkalpinang ke Residen Bangka 1832

Arsip Depati Amir 1832 ANRI

Surat dari Administratur Pangkalpinang kepada Residen Bangka Nomor 157 tanggal 3 Desember 1832 ini terdiri  4 halaman, berbahasa Belanda, tulisan tangan, dan bagian dari arsip BT 17-9-1850/1 yang tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia di Jakarta. Berisi laporan penyelidikan Adminitratur Pangkalpinang terhadap kegiatan Depati Amir di wilayahnya. Salah satunya berisi peristiwa keluarga Daman terkait pembagian  warisan. Pejabat administratur  mempersepsikan sebagai peristiwa  pemerasan yang dilakukan  Depati Amir terhadap warga Mendo Timur Distrik Pangkalpinang. Selain itu dilaporkan bahwa Depati  Amir berada di Loko (Lukok) dan merampok di Lobobunter (Lubukbunter).  Lukok merupakan sebuah kampung lama yang kini berada diantara Desa Kemuja dan Desa Petaling dan Lubukbunter berada di Desa Kimak, lokasi makam Depati Bahrin, ayah dari Depati Amir. 

Digitalisasi oleh : Ali Usman, Pamong Budaya Ahli Muda Kesejarahan