Pangkalpinang – Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparbudkepora) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata. Salah satunya melalui Pelatihan Bahasa Inggris bagi pemandu wisata dari Desa Air Limau, Desa Pelangas, dan Desa Rambat, Kabupaten Bangka Barat, yang resmi dibuka oleh Kepala Disparbudkepora, Eko Kurniawan, didampingi Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Zaiyuni, di Sun Hotel Pangkalpinang, Senin (20/7/2026).

 

Pelatihan yang berlangsung selama 10 hari ini diikuti oleh 10 peserta dengan fasilitator dari Kampung Inggris Babel. Kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan komunikasi para pemandu wisata sehingga lebih siap menyambut wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara.

 

Dalam sambutannya, Eko Kurniawan mengatakan bahwa salah satu tantangan yang masih dihadapi sektor pariwisata Bangka Belitung adalah keterbatasan sumber daya manusia, terutama pemandu wisata yang memiliki kemampuan berbahasa asing.

 

“Selain menguasai bahasa Inggris, seorang pemandu wisata juga harus memahami sejarah, budaya, dan keunikan daerahnya. Terus gali potensi desa masing-masing, karena suatu saat Bangka Belitung akan semakin dikenal. Ketika wisatawan datang dan merasa nyaman, mereka tidak hanya akan kembali, tetapi juga akan mengajak orang lain untuk berkunjung,” ujarnya.

 

Ia mengakui, di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah baru dapat memfasilitasi pelatihan bagi 10 peserta. Namun, menurutnya, kualitas jauh lebih penting daripada kuantitas apabila ilmu yang diperoleh benar-benar diterapkan.

 

Eko juga mengingatkan peserta agar terus melatih kemampuan bahasa Inggris setelah pelatihan selesai.

 

“Bahasa adalah keterampilan. Kalau tidak digunakan, lama-kelamaan akan lupa. Karena itu, jangan berhenti belajar dan jangan takut berlatih. Gunakan setiap kesempatan untuk berbicara dan berkomunikasi agar kemampuan yang dimiliki terus berkembang,” katanya.

 

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan kehadiran narasumber sebaik-baiknya. Menurutnya, pengalaman dan kompetensi yang dimiliki para fasilitator merupakan kesempatan berharga untuk memperkaya wawasan dan meningkatkan kepercayaan diri sebagai pemandu wisata.

 

Eko menegaskan bahwa kemajuan pariwisata tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah desa, BPD, pendamping desa, pelaku wisata, dan masyarakat agar setiap potensi yang dimiliki desa dapat berkembang menjadi daya tarik wisata yang bernilai.

 

Ia pun mengapresiasi komitmen para kepala desa dan peserta yang terus berupaya membangun sektor pariwisata di wilayahnya masing-masing. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, lanjutnya, berharap setiap desa memiliki produk atau destinasi unggulan yang dapat dipromosikan secara lebih luas sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

 

Menutup sambutannya, Eko memberikan pesan motivasi kepada seluruh peserta agar menjadikan pelatihan ini sebagai awal perjalanan untuk terus berkembang.

 

“Jangan pernah merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki hari ini. Teruslah belajar, berani mencoba, dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Jadilah pemandu wisata yang tidak hanya mampu menjelaskan destinasi, tetapi juga menjadi duta yang memperkenalkan keramahan, budaya, dan kebanggaan Bangka Belitung kepada dunia. Masa depan pariwisata daerah ada di tangan kita semua, dan perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan sungguh-sungguh.” Tutupnya.