Pangkalpinang – Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Kepemudaan Olahraga (Disparbudkepora) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus memperkuat kolaborasi dengan Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya pemuda. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Kemajuan Pelaksanaan Program Business Plan dan Sekolah Kepemimpinan yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor DPD KNPI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (29/7/2026).
Rapat dihadiri Kepala Disparbudkepora Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Eko Kurniawan, Kepala Bidang Kepemudaan Fitriyanto, jajaran pengurus DPD KNPI, serta perwakilan organisasi kepemudaan dan alumni binaan Bidang Kepemudaan, di antaranya PCMI dan Pepelingasih.
Dalam kesempatan tersebut, Eko Kurniawan memperkenalkan diri sebagai Kepala Disparbudkepora yang baru dilantik sekitar dua pekan lalu. Menurutnya, kunjungan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dengan organisasi kepemudaan binaan sekaligus mengenal lebih dekat berbagai program yang telah dijalankan dalam membina generasi muda Bangka Belitung.
“Saya ingin hadir langsung untuk berkenalan dengan seluruh organisasi kepemudaan binaan Disparbudkepora sekaligus melihat program-program yang sedang berjalan. Kami sangat bangga dapat bekerja sama dengan KNPI. Tanpa kontribusi para pemuda, akan sangat sulit mewujudkan pembangunan Bangka Belitung yang maju. Sinergi yang selama ini sudah terjalin dengan baik harus terus kita perkuat agar mampu melahirkan lebih banyak pemuda yang berkualitas dan berdaya saing,” ujar Eko.
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Zamzami, menyampaikan bahwa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun KNPI ke-53, pihaknya akan menyelenggarakan Sekolah Kepemimpinan dan Kompetisi Business Plan bagi pemuda Bangka Belitung.
Program Sekolah Kepemimpinan dirancang dalam tiga jenjang. Kelas pemula diperuntukkan bagi Ketua OSIS se-Bangka Belitung sebagai wadah pembentukan karakter kepemimpinan sejak usia sekolah. Kelas madya menyasar organisasi kemahasiswaan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), serta organisasi kepemudaan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan di tengah tantangan zaman. Adapun kelas lanjutan diperuntukkan bagi pemuda yang telah menduduki posisi strategis agar semakin mampu menjalankan kepemimpinan yang adaptif, visioner, dan membawa perubahan positif bagi daerah.
Selain itu, Zamzami mengungkapkan bahwa KNPI juga akan melakukan penataan struktur kepengurusan agar organisasi semakin efektif. Menurutnya, organisasi yang sehat bukan ditentukan oleh banyaknya jumlah pengurus, melainkan oleh kualitas pengabdian dan keaktifan anggotanya.
“Kami ingin menghadirkan organisasi yang benar-benar dihidupi oleh para pengurusnya. Pengurus yang ideal bukan yang paling banyak, tetapi mereka yang memiliki komitmen, mau turun langsung, meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membangun generasi muda Bangka Belitung,” tegas Zamzami.
Pada kesempatan yang sama, Disparbudkepora bersama KNPI juga mematangkan pelaksanaan Kompetisi Business Plan sebagai salah satu rangkaian peringatan HUT KNPI ke-53. Sebanyak 28 proposal usaha telah diterima dan akan diseleksi menjadi 10 proposal terbaik untuk melaju ke babak final. Kompetisi diperuntukkan bagi pelaku UMKM dengan nilai permodalan di bawah Rp500 juta, dengan syarat proposal merupakan karya orisinal, belum pernah diikutsertakan dalam kompetisi sejenis, bebas plagiarisme, dan tidak bertentangan dengan ketentuan hukum.
Proses seleksi awal akan dilaksanakan di Kantor DPD KNPI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sedangkan presentasi final dijadwalkan berlangsung di PIA Hotel. Adapun aspek penilaian meliputi tingkat inovasi dan manfaat usaha, keunggulan produk atau jasa, potensi keuntungan, serta kelayakan bisnis.
Melalui kolaborasi ini, Disparbudkepora dan KNPI berharap dapat terus melahirkan kader-kader pemuda yang tidak hanya memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan peluang usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.