Pangkalpinang – Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) cabang olahraga bola voli Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XIII Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berlangsung di GOR Sahabudin yang penuh semangat dan kebanggaan. Momen tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada para atlet pelajar yang telah menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menjunjung tinggi nilai sportivitas sepanjang kompetisi. (Kamis, 09/07/2026).
Pada kategori voli putera, Kabupaten Belitung Timur berhasil meraih medali emas. Posisi kedua ditempati Kota Pangkalpinang, sementara medali perunggu diraih Kabupaten Belitung.
Adapun pada kategori voli puteri, Kabupaten Bangka Selatan sukses menyabet medali emas, disusul Kabupaten Belitung sebagai peraih medali perak, dan Kabupaten Belitung Timur yang meraih medali perunggu.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Wydia Kemala Sari, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang telah menyukseskan pertandingan dengan menjunjung tinggi sportivitas.
“Anak-anakku sekalian, selama beberapa hari ini kalian telah memperlihatkan pertandingan yang luar biasa. Kalian bertanding dengan semangat, kerja keras, dan menjunjung tinggi sportivitas. POPDA bukan hanya tentang siapa yang berdiri di podium, tetapi juga tentang bagaimana kita belajar menghargai lawan, membangun persahabatan, dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Wydia.
Ia juga memberikan motivasi kepada atlet yang belum berhasil meraih medali agar tidak berhenti berjuang.
“Selamat kepada para juara. Raihlah prestasi ini dengan rendah hati dan jadikan sebagai motivasi untuk terus berkembang. Bagi yang belum berhasil, jangan pernah menyerah. Kekalahan hari ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi awal untuk berlatih lebih keras dan kembali menjadi juara pada kesempatan berikutnya,” pesannya.
Keberhasilan Belitung Timur merebut medali emas di nomor putera tidak lepas dari persiapan yang matang. Pelatih Belitung Timur, Dolly Andriady, mengungkapkan bahwa disiplin menjadi fondasi utama dalam membangun mental dan performa tim
“Disiplin adalah kunci kesuksesan dalam segala hal. Kami mempersiapkan program latihan hampir enam bulan dengan target membangun kekompakan tim. Di lapangan, strategi sehebat apa pun tidak akan berhasil tanpa kerja sama dan rasa saling percaya antar pemain,” ungkap Dolly.
Ia mengakui timnya sempat menghadapi kendala karena keterbatasan fasilitas latihan indoor yang membuat program latihan sering dipengaruhi kondisi cuaca.
“Kami berharap ke depan semakin banyak fasilitas olahraga yang memadai dan semakin banyak kompetisi tingkat pelajar. Semakin sering anak-anak bertanding, semakin cepat pengalaman dan mental juara mereka terbentuk,” tambahnya.
Sementara itu, Manajer tim voli puteri Bangka Selatan, Dedi Gunawan atau yang akrab disapa Agil, mengatakan keberhasilan timnya merupakan hasil dari disiplin tinggi yang diterapkan selama masa persiapan.
“Waktu persiapan kami memang terbatas, tetapi anak-anak memiliki komitmen yang luar biasa. Mereka berlatih dari pagi hingga malam, menjaga pola makan, mengatur waktu istirahat, bahkan penggunaan telepon genggam kami batasi agar fokus mereka tidak terpecah. Semua dilakukan demi satu tujuan, yaitu memberikan penampilan terbaik untuk daerah,” jelas Agil.
Menurutnya, keberhasilan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknik, tetapi juga karakter para atlet.
“Saya selalu menanamkan kepada anak-anak bahwa etika harus menjadi nomor satu. Atlet yang hebat bukan hanya yang mampu mencetak poin, tetapi juga yang memiliki sikap, disiplin, tanggung jawab, dan mampu menghormati siapa pun. Prestasi akan mengikuti ketika karakter sudah terbentuk.”
Agil berharap prestasi yang diraih menjadi batu loncatan bagi para atlet untuk menembus level yang lebih tinggi.
“Kalau ada atlet yang memiliki potensi bersaing di tingkat nasional, saya siap membantu membuka jalan agar mereka bisa bergabung dengan klub-klub nasional di Jakarta. Semoga dari POPDA ini lahir atlet-atlet yang kelak mengharumkan nama Bangka Belitung di tingkat nasional bahkan internasional,” tutupnya.
POPDA XIII menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga pelajar di Kepulauan Bangka Belitung terus berkembang. Lebih dari sekadar perebutan medali, ajang ini menjadi ruang lahirnya bibit-bibit atlet potensial yang dibentuk melalui kerja keras, disiplin, sportivitas, dan semangat pantang menyerah sebagai bekal menuju prestasi yang lebih tinggi.