Belitong Unesco Global Geopark (UGGp) terus berupayamemperkuat tata kelola untuk meraih status Green Card dalam evaluasi Unesco. Upaya ini ditandai dengan penyelenggaraan Lokakarya Nasional Penguatan Tata Kelola Belitong UGGp di Belitong Geopark Information Center, Sabtu (13/9/2025).

Tahun 2024 lalu, Belitong UGGp mendapat status Yellow Card atau peringatandari Unesco. Status ini menandakan Geopark Belitung belum sepenuhnyamemenuhi kriteria internasional dan diberikan waktu dua tahun untuk melakukanperbaikan. Jika rekomendasi dapat ditindaklanjuti, Belitong UGGp akan naik status menjadi Green Card, yang berarti memenuhi standar UNESCO dan berhakmempertahankan status geopark global hingga empat tahun ke depan.

Berdasarkan laporan evaluasi, UNESCO memberikan lima rekomendasi utama dan empat saran yang harus segera ditindaklanjuti dan diselesaikan. Dalam pemaparanKetua Dewan Pakar Komite Nasional Geopark Indonesia, Mega Fatima Rosana, serta Penasehat Jaringan Geopark Indonesia, Asep Kurnia Permana, menyampaikan kunci keberhasilan menuju Green Card, meliputi:

1. Komunikasi dan Interpretasi: papan informasi bilingual, QR Code, sertapembaruan situs web secara rutin.

2. Integrasi Warisan: modul edukasi geologi, hayati, dan budaya, termasukpenyelenggaraan festival geopark.

3. Jejaring Internasional: partisipasi aktif dalam APGN dan GGN serta proyekkolaboratif antar-UGGp.

4. Pengurangan Risiko Bencana: edukasi kebencanaan dan penguatan zona konservasi laut.

5. Material Geologi: larangan penjualan fosil dan batu satam, serta edukasi satamsebagai warisan geologi.

6. Perubahan Iklim: edukasi adaptasi pulau kecil dan pemantauan dampakperubahan iklim.

7. Pemerataan Wilayah: pemerataan kegiatan geopark dengan melibatkanmasyarakat lokal.

8. Konservasi: perlindungan penyu, restorasi mangrove, lamun, dan terumbukarang.

9. Pembangunan Berkelanjutan: edukasi ketahanan wilayah dan pengendalian dayadukung kawasan.

Bupati Belitung Djoni Alamsyah menegaskan komitmen Pemkab Belitung dalammemperkuat kelembagaan pengelolaan geopark, menyusun regulasi pendukung, meningkatkan kapasitas SDM lokal, serta memperluas jejaring kerja sama.

“Lokakarya ini menjadi wadah penting untuk memperkuat tata kelola BelitongGeopark melalui kolaborasi lintas sektor, sehingga lahir strategi dan langkah nyatasesuai standar UNESCO,” ujar Bupati.

Hal senada disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung sekaligus KetuaBadan Pengelola UGGp, Marzuki, yang menekankan bahwa pengembangangeopark harus berlandaskan tiga pilar utama: edukasi, konservasi, dan pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, geopark bukan hanya milik pemerintah, melainkan milik seluruh masyarakat Belitung, generasi mendatang, dan Indonesia.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto menekankan bahwa capaian Green Card tidak hanya soal status, tetapijuga menyangkut martabat bangsa.

“Prestasi ini penting untuk memastikan Indonesia diakui di kancah internasional. Namun tujuan akhirnya adalah bagaimana geopark memberi manfaat nyata bagimasyarakat, memperkuat jati diri bangsa, dan mendukung pertumbuhan ekonomiberkelanjutan,” jelasnya.

Dukungan juga datang dari Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, Wydia Kemala Sari, yang berkomitmen mendukung penguatan geopark di wilayah Babel.