BAHASA - ENGLISH
Pangkalpinang–Tim Peneliti dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung yang didanai oleh Kemendiktisaintek 2025, hari ini mengunjungi Asrama Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Nasional (SPOBNAS) Bangka Belitung (Babel) di Pangkalpinang, Senin (07/07/2025).
Kunjungan ini bertujuan untuk mengumpulkan data terkait persiapan para atlet pencak silat Babel serta melakukan serangkaian observasi, wawancara, dan pengambilan data terkait aspek fisik, mental, strategi latihan, serta manajemen persiapan para atlet yang akan bertanding di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencak Silat yang akan diselenggarakan di Medan bulan Agustus mendatang.
Tim Peneliti ISBI Bandung, yang dipimpin oleh Prof. Dr. Sri Rustiyanti didampingi Dr. Wanda Listiani, M.Ds., dan Anrilia E.M. Ningdyah, Ph.D,, Psikolog diterima langsung oleh Harry Wahyudi, M. Psi., selaku ASN Psikolog di Kantor Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudkepora) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Harry merasa senang dengan kunjungan tim ISBI Bandung ini. Ia berharap data yang dikumpulkan nantinya dapat memberikan masukan berharga bagi Babel dalam mengoptimalkan program latihan dan persiapan atlet.
“Semoga kolaborasi psikologi ini akan membawa dampak positif bagi peningkatan prestasi pencak silat Bangka Belitung di kancah nasional kedepannya.” harap Harry.
Sementara itu Psikolog dari ISBI Bandung Anrilia E.M. Ningdyah, Ph.D,, Psikolog menjelaskan Pencak silat adalah warisan budaya yang luar biasa, dirinyai ingin berkontribusi dari aspek psikologis dalam pengembangan serta peningkatan prestasi khususnya pencak silat Babel.
"Dengan data yang komprehensif, kami berharap dapat merumuskan model intervensi alat ukur atlet pencak silat secara berkelanjutan. Para atlet di SPOBNAS Babel ini menunjukkan semangat dan dedikasi tinggi selama sesi pengumpulan data.” ujarnya dengan penuh semangat.
Diketahui kunjungan ISBI Bandung ini merupakan bagian dari pelaksanaan riset hibah Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2025 yang bertujuan untuk mendata dan menggali potensi kebudayaan, khususnya pencak silat tradisi yang ada di wilayah Babel.