Pangkalpinang - Menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan bagi para pemuda dan juga bagi daerah asal. Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga, Suharto menyambut kepulangan putra-putri kebanggaan Bangka Belitung di ruang VIP Bandara Depati Amir, Sabtu (21/08/2021).
Muhammad Agung Fakhri dan Via Tiara Ningrum, dua orang Paskibraka Nasional HUT ke-76 RI perwakilan Bangka Belitung, sesaat setelah tiba di ruang VIP langsung diselempangkan kain cual oleh Kadisbudpar, dan berbincang santai mengenai kegiatan yang mereka lalui saat menunaikan tugas mengibarkan bendera pusaka tingkat nasional dan saat mendapatkan pelatihan di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga (PP Pon) Cibubur Jakarta Timur.
Kadisparbudkepora, Suharto mengatakan sangat bangga kepada para pemuda tersebut, karena mereka bisa menjadi sebuah motivasi bagi generasi muda Babel lainnya agar berprestasi.
"Prestasi ini sangat membanggakan bagi Bangka Belitung, karena dapat memberi motivasi yang kuat untuk generasi-generasi muda di Babel, supaya kedepannya semakin banyak para pemuda mengikuti jejak langkah yang positif," ujar Suharto.
Prestasi para pemuda ini juga memberi dampak kepada bidang kepemudaan yang ada di Disparbudkepora, bahwa bidang ini konsisten mengembangkan program-program maupun kegiatan yang akan meningkatkan prestasi para pemuda dalam membangun bangsa.
Tidak hanya itu, Suharto juga memberikan apresiasi kepada orang tua yang telah berhasil mendidik anak-anaknya menjadi pemuda yang dapat membanggakan Provinsi Babel.
"Saya mengapresiasi Kepada orang tua adik-adik paskibra, karena menjadi orang tua tidaklah mudah mendidik anak-anak bisa terpilih menjadi pengibar bendera sang merah putih di Istana," ujarnya bangga.
Disampaikan oleh Suharto setelah berbincang-bincang santai, bahwa anak-anak tersebut memiliki cita-cita yang tinggi untuk bergabung kedalam militer. Namun sayangnya jurusan sekolahnya (SMK) tidak mendukung. Tetapi tidak perlu berkecil hati dalam menggapai mimpi, karena ada solusi yang ditawarkan.
"Ada sebuah solusi agar bisa bergabung dengan militer yaitu dengan berkuliah selama dua tahun, kemudian baru dapat masuk ke dalam program militer. Hal ini disampaikan langsung oleh panglima kepada adik-adik kita," ujarnya.
Kadisparbudkepora juga mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung yang selalu memberikan atensinya bagi pemuda-pemudi Babel ditemgah-tengah kesibukannya.
"Saya mengucapkan terimakasih kepada Gubernur, yang selalu aktif memonitor pada adik-adik kita sehingga bisa terpilih mewakili pengibaran bendera di Jakarta. Karena tidak mudah menjadi paskibra yang dapat dikirim ke Jakarta dengan seleksi yang sangat ketat," kata Suharto.
Pada kesempatan yang sama, Ibu Dewi, selaku orang tua dari Agung yang turut menjemput di bandara menyatakan kebanggaannya. Hal ini dapat terlihat dari senyumnya yang selalu merekah saat membicarakan sang putra tercinta.
Ibu dewi pun memberikan pesan kepada sang anak agar selalu rendah diri, dan terus bersemangat dalam meraih mimpinya
"Untuk kedepannya jangan sombong, jadilah seperti biasanya saja. Jangan lupa untuk belajar lebih giat lagi dan selalu bersemangat dalam menggapai cita-cita," tutupnya.