Pangkalpinang - Dari 1831 nominasi desa wisata se-Indonesia, untuk desa wisata di provinsi Babel yang sebelumnya masuk 300 besar, sekarang sudah ada satu desa wisata yang masuk ke dalam 100 besar, yaitu dari daerah Belitung. Karena itu, Kadisparbudkepora, Suharto semakin bersemangat untuk dapat meraih target sepuluh besar.

"Harapan kita dari yang sudah masuk ke dalam 100 besar, bisa terus melaju hingga ke sepuluh besar," ujar Kadisparbudkepora, Suharto di ruang VIP Bandara, Sabtu (21/08/2021).

Dirinya kembali mendorong kepada para kepala dinas pariwisata di setiap kabupaten untuk lekas bergerak melaporkan kepada kepala daerahnya masing-masing, mengingat akan ada nya kucuran dana bagi desa wisata yang terpilih. 

"Tolong kepada kepala dinas terkait, hal ini jangan didiamkan. Alangkah sayangnya kita (pemprov) bersama tim sudah berjuang apabila tidak ada respon," imbaunya.

Suharto menyampaikan rasa syukur dan mengucapkan terimakasih kepada Bupati Belitung, dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung karena sudah ada satu desa yang masuk ke dalam 100 besar yaitu desa Terong. Begitu juga kepada Ibu Melati Erzaldi yang turut mensupport dengan terjun langsung kelapangan, karena ini bukanlah hal yang mudah.

Dikatakan oleh Pihak Disparbudkepora pemprov Babel, saat ini sudah menghubungi UPT yang ada di Belitung agar memperhatikan sanitasi air, kebersihan, protokol kesehatan yang juga harus diikuti. Begitupula dengan infrastruktur menuju desa wisata berikut dengan fasilitasnya dan juga ketersedian sinyal komunikasi di daerah tersebut. Semua itu harus segera dibenahi, mengingat tim yang akan memeriksa bisa kapan saja turun mendadak tanpa pemberitahuan. 

"Sanitasi air harus segera dibenahi, infrastruktur, fasilitas, dan tidak lupa juga ketersediaan sinyal jangan sampai ada daerah blank spot agar para pendatang merasa nyaman," kata Suharto.

Untuk bersaing dengan daerah-daerah diluar pulau Bangka persaingannya sangat berat, mengingat daerah lain sudah mengambil start terlebih dahulu. Tapi hal ini tidak membuat Suharto pesimis, selama ada kemauan, maka akan ada jalan. 

Pada permasalahan ini, Pemerintah provinsi hanya sebagai pendorong, penggerak, dan stimulus kepada daerah-daerah agar semakin berkembang mengingat provinsi tidak memiliki wilayah. Karena itu, peran serta daerah terkait dalam bekerjasama sangat dibutuhkan untuk mewujudkan pengembangan desa wisata.

"Saya optimis, Apalagi kekayaan alam Bangka Belitung tidak kalah dengan daerah lainnya. Hanya saja sistem pengelolaannya saja yang masih belum optimal," ujarnya.

Lebih jauh, disampaikan oleh Suharto, bahwa enam desa yang berada di pulau Belitung sudah menjadi catatan strategis bagi kementerian pariwisata. 

"Tapi yang jelas, Ke tiga desa di Belitung, dan tiga desa di Belitung Timur sudah menjadi catatan strategis oleh bapak menteri pariwisata. Ini merupakan kebanggaan yang belum diketahui oleh rekan-rekan kita," terangnya.

Karena itu, untuk mendorong nominator desa wisata lainnya yang masih berada di 300 besar, Suharto akan lekas bergerak, di mana mulai besok senin akan segera menugaskan Kepala Bidangnya untuk menghadap Bupati Bangka Selatan dalam memberikan informasi langkah-langkah yang perlu dilakukan. Begitu pun dengan kabupaten lainnya juga akan disampaikan informasi-informasi yang diperlukan.