Pangkalpinang - Disparbukepora bergerak aktif untuk mengusulkan terbentuknya desa-desa wisata di Bangka Belitung. Berdasarkan keterangan dari Kadiparbudkepora Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Suharto, saat ini Belitung Timur ada 3 kawasan desa wisata, Belitung 3 desa, Bangka 1 desa, Bangka Tengah 1 desa, Bangka Selatan 1 desa, namun sayangnya hanya Bangka Barat yang tidak masuk nominasi.

Hal ini disampaikan oleh Suharto kepada tim humas Disparbukepora disela-sela pelantikan kepengurusan Purna Caraka Muda Indonesia 2021-2023 di GOR Sahabudin, Kamis (19/08/2021).

Dirinya mengatakan bahwa Ia bersama tim sudah berusaha sekuat tenaga karena ini merupakan moment yang sangat penting dan sangat ditunggu di era Covid-19 untuk memperoleh perhatian dari pemerintah provinsi maupun pusat.

"Mengapa kita membina desa-desa wisata yang ada di daerah kabupaten kota masing-masing, tujuannya adalah menyemarakkan untuk memperoleh perhatian dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat," ujarnya.

Tidak main-main, apabila desa wisata tersebut terpilih dan dinobatkan maka akan ada gelontoran dana dari kementerian pariwisata dengan jumlah yang mencapai miliaran rupiah. 

"Alhamdulillah desa-desa yang sudah kita bina mendapatkan penilaian. Di mana dari ribuan desa-desa di Indonesia, saat ini desa di Bangka Belitung masuk ke dalam posisi 300 an," terangnya.

Karena itu, Suharto mengimbau dukungannya dari pemerintah setempat, di mana Ia berkeyakinan bahwa Bangka Belitung bisa memiliki peluang besar dengan aset yang dimiliki, terutama di Belitung. Sikap optimis ini di dukung dengan Belitung yang ditetapkan sebagai Unesco Global Geopark yang dikenal dunia.

"Dengan dilihat dunia bahwa Belitung ditunjuk sebagai Geopark maka yakinlah akan ada  desa wisata yang juga akan diakui dunia, siapa yang bangga? Tentunya seluruh masyarakat Bangka Belitung," ujarnya optimis.

Untuk Kabupaten lain yang belum diusulkan desa wisatanya, Suharto menyatakan siap membantu semaksimal mungkin untuk masa depan di desa tersebut. Karena pengembangan desa wisata tidak hanya sekedar menjual pemandangan, tentunya juga harus memiliki atraksi, amenitas dan aksesibiltas.

Karena itu, Suharto selalu memberi dorongan dan mendukung di tiap-tiap kabupaten agar jangan ragu membangun di desanya. Karena suatu saat desa yang dibangun akan menjadi kota.

Suharto pun mengajak para kepala dinas pariwisata di kabupaten lain untuk turut aktif terlibat. Karena, ketika desa tersebut dinobatkan sebagai desa wisata, maka tentunya akan melibatkan para pemuda dan pemudi di desa itu sendiri, di mana mereka akan mendapatkan pendapatan dan juga pengembangan sumber daya manusia.

"Karena itu dibutuhkan dukungan tidak hanya dari provinsi, mengingat provinsi tidak memiliki wilayah, namun kabupaten dan kota yang memiliki wilayah," imbuhnya.

Dalam wawancara tersebut, dirinya pun sempat menyampaikan kekecewaanya, pasalnya ada salah satu kepala dinas yang seolah-olah tidak memercayai desa di wilayahnya menjadi rujukan desa wisata.

"Jujur saya kecewa, ada seorang kepala dinas yang tidak aktif dan tidak memercayai bahwa desa diwilayahnya menjadi rujukan desa wisata. Saya buktikan, dengan jauh-jauh saya datang dari provinsi turun ke desa dengan biaya sendiri, namun respon dari kepala dinas setempat tidak tanggap dan tampak tidak yakin," jelasnya.

Dikatakannya, bahwa pihak pemerintah provinsi sebenarnya hanya mendorong, sebagai stimulus. Karena kemajuan provinsi Babel hanya bisa dibangun secara bersama-sama.

Lebih jauh, Suharto menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Melati Erzaldi, meskipun sebagai pendamping Gubernur Babel namun masih dapat meluangkan waktu untuk memikirkan promosi kepulauan Bangka Belitung melalui desa-desa yang saat ini sedang  digali melalui desa wisata.

"Ibu Melati sampai turun, dan memberikan berbagai masukan kepada desa terkait. artinya itu merupakan perhatian dari pemerintah sangat serius. Ini hendaknya harus diikuti oleh para pejabatnya yang notabene daerahnya terpilih sebagai desa wisata," kata Suharto.

Tidak hanya itu, Kadisparbudkepora juga memberikan apresiasi kepada rekan-rekan kepala dinas pariwisata telah turut aktif berkoordinasi dalam meningkatkan desa wisata dan memiliki visi untuk membangun desa-desa mengingat masih banyaknya potensi yang belum tergali.