Pangkalpinang - Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Belitung bersama Wakil Ketua DPRD Belitung, berkunjung ke Disparbudkepora pemprov kepulauan Bangka Belitung. Saat Kadisparbudkepora Suharto menerima kunjungan kerja tersebut, anggota dewan mengatakan akan mendukung penuh kekurangan biaya atlit-atlit dari Belitung yang akan berlaga pada PON XX di Papua.

Atas pernyataan tersebut, Suharto sangat mengapresiasi dukungan yang dilakukan oleh komisi III DPRD bagi para atlit, mengingat para atlit merupakan ujung tombak daerah yang akan mengharumkan nama Babel di kancah nasional.

"Hasil pertemuan pada hari ini, Wakil Ketua DPRD bersama segenap anggota Komisi III DPRD Belitung menyatakan siap mendukung pendanaan atas kekurangan biaya para atlit Belitung yang sudah dialokasikan dari pemerintah provinsi," ujar Suharto saat menerima kunjungan anggota komisi III DPRD di GOR Sahabudin, Jumat (10/09/2021).

Atas inisiatif komisi III tersebut, Suharto mengungkapkan apresiasi tinggi. diharapkan langkah positif ini juga diikuti oleh kabupaten lainnya dalam memperhatikan kesejahteraan para atlit di masing-masing daerah.

"Ini luar biasa, mudah-mudahan kabupaten lainnya juga akan mengikuti jejak Belitung yang sangat serius memperhatikan para atlitnya. Kalau bisa anggota DPRD lain yang daerahnya memiliki atlit yang akan menuju PON tolong juga di dukung penuh," imbaunya.

Lebih jauh, diungkapkan oleh Suharto bahwa atlit di Belitung saat ini sudah mendapat perhatian khusus dari dunia internasional. Khususnya negara Jerman yang meminta salah satu atlit dari Belitung untuk bergabung di sebuah klub di negara Jerman.

"Apalagi di Belitung sudah ada atlitnya yang diincar oleh dunia internasional. Terutama sepak bola putri. Diharapkan dukungannya kedepan siapapun pemimpinnya yang ada di provinsi kepulauan Bangka Belitung dapat memperhatikan cabang olahraga yang sudah mendunia. Jerman sudah meminta atlit kita dari Belitung untuk bergabung dengan klub di sana," ungkapnya.

Suharto juga menyampaikan bahwa pada tahun 2032 Indonesia akan menjadi tuan rumah olimpiade dunia. Karena itu dirinya mengajak segenap jajaran untuk meraih kesempatan emas tersebut dengan memikirkan pembangunan sarana dan prasarana olahraga terutama bola kaki yang bisa dibangun untuk tingkat dunia.

"Mudah-mudahan pemimpin yang ada di Babel akan memikirkan spot olahraga terutama bola kaki yang bisa dibangun untuk tingkat dunia. Mengingat pada tahun 2032 Indonesia akan menjadi tuan rumah olimpiade dunia maka Bangka Belitung harus berani bermimpi untuk membangun sarana olahraga yang mendunia," kata Suharto. 

Tidak hanya itu, dikatakan Suharto, Bangka Belitung perlu untuk membangun sarana dan prasaran olahraga yang mengacu kepada arahan presiden Jokowi, yaitu Dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) terdapat 14 cabang olahraga di Olimpiade yang menjadi prioritas pemerintah, diantaranya; atletik, bulu tangkis, panjat tebing, senam artistik, angkat besi, balap sepeda, panahan, menembak, renang, dayung, karate, taekwondo, wushu dan pencak silat.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Belitung, Budy Prastiyo, menyampaikan bahwa sebanyak lima orang atlit dari Belitung akan berangkat menuju PON XX untuk berpartisipasi di empat cabang olahraga.

"Ada dari cabang olahraga lari satu atlit, Sepak Bola dua atlit, Gulat satu atlit, dan panjat tebing satu atlit. Target kedepannya, kita akan memilih event internasional mana yang dapat kita tarik ke Belitung di mana atlitnya sudah memiliki nama," ungkap Budy.

Karena itu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Belitung berkoordinasi dengan Disparbudkepora untuk dapat menyeleksi atlit berprestasi yang akan membawa nama Bangka Belitung agar didukung penuh. 

Kepada atlit berprestasi tentunya akan mendapatkan reward yang layak. Di mana para atlit yang sudah berjuang di Papua dan belum memiliki pekerjaan, ketika pulang kembali ke Babel bisa mendapatkan pekerjaan di daerahnya masing-masing.

Hal ini masih menjadi  pekerjaan rumah dari daerah masing-masing agar para atlit yang berjuang di PON ketika mendapat medali, dipikirkan juga untuk kehidupan mereka kedepannya.