Pangkalpinang - Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Kepemudaan Olahraga yang baru saja resmi bergabung pada 14 Juni 2021 lalu, sudah mulai melaksanakan rapat berkenaan pengarahan dan evaluasi tugas pokok dan fungsi Jabatan Fungsional Tertentu.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kadisparbudkepora, Suharto, yang di dampingi oleh Sekretaris Disparbudkepora, Yopi Wijaya, dan Kassubag Umum Kepegawaian, Runaidi.

Dalam arahannya, Suharto mendorong dan menyemangati para JFT untuk dapat mengembangkan diri dan berdedikasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dirinya pun mengatakan bahwa ujung tombak dari Disparbudkepora berada di masing-masing bidang. Karena itu, Ia berharap kepada berbagai bidang agar dapat berkoordinasi dalam memanfaatkan para JFT dengan kompetensi dan potensinya untuk mengangkat dunia pariwisata dan olahraga yang mendukung kebijakan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

“Para JFT ini merupakan aset, dan sebuah potensi yang perlu dimanfaatkan sebagai sumber daya manusia,” kata Suharto.

Kadisparbudkepora pun menyinggung bahwa sejak Babel pertama kali berdiri pada tahun 2000, Ia sudah meyakini bahwa provinsi ini memiliki potensi wisata yang sangat besar.

“Bangka Belitung ini layak menjadi daerah destinasi wisata. Saya sudah melihat potensi ini sejak berdirinya Babel di tahun 2000. Sekarang Bangka Belitung sudah masuk ke dalam sepuluh destinasi wisata,” ujarnya.

Dengan masuknya Babel menjadi salah satu dari sepuluh destinasi wisata, maka perhatian pemerintah pusat pun tertuju kepada negeri laskar pelangi, sehingga hal tersebut merupakan sebuah peluang yang harus digapai.

Untuk itu Suharto memberi semangat para JFT bergerak bersama dalam membangkitkan dan mempublikasikan berbagai kegiatan kepariwisataan agar mengangkat wisata Babel di mata nasional hingga internasional. Karena hingga saat ini dirinya merasa publikasi mengenai pariwisata Babel masih kurang gencar.

Lebih jauh, rapat yang bergulir selama kurang lebih tiga jam tersebut tidak hanya membahas mengenai usaha pengembangan wisata melalui event, sejarah budaya, dan juga olahraga, namun juga membahas kedisplinan para pegawai dan akan memberikan sanksi kepada staf yang tidak disiplin. Hal ini dilakukan untuk memberi efek jera dan juga mendidik para staf agar menjadi pribadi yang lebih baik.