Bahasa Indonesia/ Bahasa Inggris

Pangkalpinang - Setelah di hari pertama menerima materi dari narasumber, hari kedua Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjadi peseta Pelatihan Pemasaran Pariwisata diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Kepemudaan Olahraga (Disparbudkepora) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) diajak ke lapangan.

Untuk Praktik Smart Phone Photography dan Videografi Selasa (11/10/2022) itu, para ASN peserta Pelatihan Pemasaran Pariwisata diajak mengunjungi seputaran titik nol km Kota Pangkalpinang.

Haryadi Darmawan narasumber dan juga koordinator untuk penyelenggaraan kegiatan pemasaran digital bagi ASN 17 provinsi di Indonesia, yang ditunjuk oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif (Kemenparekraf) RI mengatakan pihaknya mencoba sebuah bentuk pendidikan dan pelatihan yang mungkin agak berbeda. 

Karena dalam kontek pemasaran terutama digital, kemampuan diutamakan, karena secara teori sangat mudah didapatkan dalam media-media digital lainnya. 

ASN, dijelaskannya, harus punya kemampuan dalam konteks memasarkan destinasinya, sebab ASN juga sebagai pemicu bagi masyarakat lainnya untuk memasarkan destinasi yang ada di wilayahnya.

"Harapannya ASN ini bisa membangun, mengomunikasikan dan memasarkan destinasi itu dengan media digital. Yang paling penting ASN terutama dari Dinas Pariwisata sebagai stakeholders utama masyarakat, sehingga bisa menularkan ilmunya kepada masyarakat. Dengan begitu pemasaran dan promosi bukan hanya menjadi tanggung jawab dari pada pemerintah, tetapi sudah menjadi tugas dan fungsi masyarakat serta pengelola destinasi," jelas Iwan.

Fransiskus Arianto ASN Disbudpar Belitung Timur mengaku senang ikut pelatihan pemasaran pariwisata ini. Karena sesuai dengan bidang yang digeluti yaitu bidang pemasaran kepariwisataan dan kelembagaan kepariwisataan.

"Materi ini sangat membantu kami sebagai ASN di Disbudpar untuk lebih mengembangkan lagi promosi dan pemasaran melalui digital marketing yang sudah menjadi trendnya di dunia kepariwisataan di Indonesia," ujarnya. 

Arianto Aldi Octavian Sub Koordinator Sumber Daya Pariwisata dan Ekraf disaat mendampingi narasumber dan peserta mengatakan dengan melakukan kunjungan lapangan diharapkan para peserta memahami secara konseptual terhadap digital marketing serta esensi dalam pemasaran destinasi pariwisata saat ini.

Diharapkan dia, peserta dapat memahami dan mengimplementasikan teknik-teknik smartphone photography dan videografi dalam mengomunikasikan produk pariwisata kepada calon wisatawan.

"Kita harapkan para peserta nantinya mampu mengimplementasikan teknik-teknik copywriter agar media promosi online yang dibangun dapat membangun awarness konsumen atau wisatawan yang ingin berkunjung ke Babel menjadi lebih tinggi, sehingga jumlah kunjungan wisatawan bisa lebih banyak lagi ke Babel," ujar Aldi. (rel/munawar).