Pangkalpinang - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudkepora) resmi membuka kegiatan Seleksi Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP) Tahun 2025, Selasa (19/8/2025), diikuti oleh 14 pemuda dan pemudi dari berbagai kabupaten/kota di Bangka Belitung yang siap berkompetisi untuk mewakili daerah ke tingkat nasional.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Disparbudkepora Pemprov Babel, Widya Kemala Sari. Dalam sambutannya, Kepala Dinas menegaskan bahwa program PPAP bukan sekadar ajang seleksi, tetapi ruang pembelajaran lintas budaya bagi generasi muda.

Tema kegiatan tahun ini menitikberatkan pada pembangunan manusia yang berdaya saing, unggul, dan berkarakter, dengan harapan mampu melahirkan generasi muda Bangka Belitung yang tidak hanya kreatif dan inovatif, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan serta semangat kewirausahaan. 

Selain itu, hal tersebut juga dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda Bangka Belitung dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang menghasilkan para entrepreneur muda di berbagai daerah.

“Melalui penguatan kapasitas pemuda, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya para entrepreneur muda yang siap menghadapi tantangan zaman sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah. Dengan demikian, peningkatan kualitas sumber daya manusia pemuda diyakini akan berdampak langsung pada perbaikan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP)Bangka Belitung di masa mendatang,” ujar Widya.

Seleksi PPAP 2025 akan berlangsung selama dua hari pada tanggal 19-20 Agustus 2025, melalui Zoom meeting dengan serangkaian tahapan, mulai dari tes pengetahuan umum, kemampuan bahasa, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, hingga keterampilan seni dan budaya. Para peserta yang lolos nantinya akan mewakili Bangka Belitung untuk mengikuti program pertukaran pemuda di provinsi lain di Indonesia.

Dengan semangat persaudaraan dan jiwa muda, ajang PPAP 2025 diharapkan mampu melahirkan kader pemuda yang berkualitas, berkarakter, dan siap berkontribusi dalam pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.