Bahasa Indonesia/ Bahasa Inggris
Pangkalpinang - Pelatihan Pemasaran Pariwisata bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Fox Haris Hotel Pangkalpinang, digelar Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Kepemudaan Olahraga (Disparbudkepora) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) selama tiga hari, Rabu (12/10/2022) usai.
Kegiatan tersebut ditutup Zayuni Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disparbudkepora ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada perwakilan peserta pelatihan.
Zayuni mengajak seluruh ASN peserta pelatihan agar memahami terhadap konseptual produk pariwisata, pemasaran pariwisata, bauran pemasaran dalam pengembangan destinasi pariwisata.
Yang tak kalah penting diharapkan dia, ASN peserta pelatihan dapat mengimplementasikan konsep pengemasan produk pariwisata dalam destinasi pariwisata yang berdaya saing.
"Jadi, apa yang didapat selama pelatihan 3 hari ini, para ASN peserta pelatihan yang berhubungan dengan kepariwisataan dapat mewujudkan hasil dari pelatihan di tempatnya masing-masing, sehingga sumber daya pariwisata di daerah mampu berdaya saing serta bernilai jual tinggi terhadap pasar pariwisata," ujar Zayuni.
Ananta Budidhanudara narasumber pelatihan menyebutkan di bidang marketing tourism untuk sekarang trendnya memang digital marketing, dan tradition marketing sudah semangkin ditinggalkan.
Digital ini sesuatu yang baru, terutama bagi peserta yang mengikuti pelatihan selama 3 hari ini, mungkin banyak yang Gabtek. “Sebetulnya yang diperlukan di digital marketing ini hanya dua, yaitu smartphone dan internet/wifi.
Karena digital marketing ini sesuatu yang baru, maka smartphone hanya digunakan untuk whatsapp saja. “Karena itu, kita rubah maindsetnya selama pelatihan, selain untuk whatsapp atau nonton video, ternyata smartphone fungsinya banyak,” ungkapnya.
Salah satunya bisa mengambil gambar atau video yang akan diedit dan akan diupload di media sosial sebagai sarana untuk digital marketing.
“Harapan kami selaku nara sumber kepada Peserta setelah selesai pelatihan ini, jangan lupa smartphone yang ada di tangan peserta tetap dimaksimalkan fungsinya, dan tujuan utamanya adalah untuk bisa mengupload media promosi melalui media sosial seperti facebook, istagram, tik tok, whatsapp dan sebagainya,” kata Ananta.
Konten yang di upload, lanjutnya, bisa bermacam-macam misalkan makanan, dan banyak juga destinasi-destinasi seperti yang dilakukan dalam pelatihan. “Bisa dibayangkan berapa banyak wisatawan setelah melihat konten tersebut ingin berkunjung ke destinasi wisata di Babel,” terangnya.
"Harapannya setiap seminggu sekali peserta dapat mengupload video pendek tentang kepariwisataan daerahnya, sehingga tidak lagi bergantung kepada bagian marketing, karena peserta sudah bisa menjadi agen of marketing," saran Ananta. (rel/munawar).
