PANGKALPINANG-Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Kebudayaan dan Kepemudaan Olah Raga (Parbudkepora) Provinsi Bangka Belitung (Babel) Suharto melakukan Monitoring Traning Camp (TC) Pelatihan Daerah (Pelatda) Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX Papua 2021 di beberapa pusat Pelatda PON di Pangkalpinang Selasa ( 29/06/2021).

Cabor yang dikunjungi Kadiparbudpora diantaranya Atletik berpusat di Asrama PPLP, Sepak Bola Wanita di Lapangan Bola GOR Sahabudin dan Menembak di Gor SahabudinAir Itam.

Dalam kunjungannya Kadispora memberi arahan dan motivasi kepada Atlet serta Pelatih untuk memberi semangat menghadapi PON Papua .

"Saya selaku Kadisparbudpora melakukan monitoring atau kunjungan ke TC Pelatda ini karena saya senang Olahraga. Disamping itu saya ingin melihat apakah ada hambatan atau kesulitan yang dihadapi para atlet dan pelatih, agar kita bisa mencari solusinya dan semua menjadi lancar," kata Suharto.

Dalam kunjungannya tersebut, Kadisparbudkepora berkeinginan para atlet dan pelatih yang mengonsumsi suplemen susu kotak di ganti dengan susu cair, makanan untuk ditambah lagi sayuran guna menambah nutrisi. 

Hasil monitoring pagi ini, dikatakan Suharto, akan disampaikan kepada KONI Babel untuk menjadi masukan demi kelancaran proses TC Pelatda, dimana PON XX yang tidak lama lagi diselenggarakan. 

“Mudah-mudahan kita akan menghasilkan atlet-atlet yang siap untuk bertanding di PON XX Papua 2021," harap Suharto.

Berkaitan dengan atlet yang mengikuti PON XX Papua 2021, kaderisasi atlet oleh Disparbudkepora Babel berjalan baik, hal ini terlihat sumbangsih atlet Binaan PPLP yang ikut serta dalam ajang tersebut.

"Atlet alumni PPLP yang ikut dalam PON XX Papua ini di Cabang Olahraga Atletik ada 5 atlet Puteri, 6 atlet Putera dan 1 laki-laki atlet Silat," ucap Harun Kepala Bidang Pembudayaan dan Peningkatan Prestasi Olahraga Disparbudkepora Babel, saat mendampingi Kadisparbudkepora.

Sementara itu, Kodri Pelatih sepak bola wanita Bangka Belitung disela-sela latihan menyampaikan, untuk latihan anak-anak, lapangan dinilai tidak rata. “Jadi, untuk Kotrol bola dan finishing susah, ketebalan rumput juga belum standar. Ini kami sampaikan  untuk membiasakan anak-anak menghadapi lapangan yang sebenarnya di PON Papua nanti," ucapnya.(rel/munawar).