Pangkalpinang-Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Kepemudaan Olahraga (Parbudkepora) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Wydia Kemala Sari, secara resmi membuka kegiatan Lokakarya Tradisi Lisan Berpantun yang mengusung tema "Merawat Budaya Melalui Tradisi Lisan", Sabtu (18/10/2025), bertempat di Puncak GM Hotel, Pangkalpinang.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dewan Kesenian Kabupaten/Kota se-Babel ini diikuti oleh 30 peserta dari enam institusi pendidikan, yaitu SMPN 7 Pangkalpinang, SMA Muhammadiyah, SMAN 4 Pangkalpinang, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Babel, Universitas Terbuka Babel, dan Universitas Bangka Belitung (UBB).
Dalam sambutannya, Kadis Parbudkepora Wydia menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan melestarikan budaya bangsa, terutama di tengah gempuran era digital dan globalisasi.
“Generasi muda adalah pewaris dan penjaga budaya bangsa. Mereka harus bangga dengan kekayaan budaya Indonesia, khususnya Bangka Belitung yang beragam dan unik,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa budaya merupakan elemen penting dalam sektor pariwisata, terutama dalam menciptakan daya tarik destinasi wisata yang autentik dan bermakna bagi wisatawan.
“Transformasi ekonomi di Babel tengah melibatkan budaya dalam pengembangan industri pariwisata. Ini tidak hanya memperkaya pengalaman wisatawan, tetapi juga berdampak positif terhadap pelestarian tradisi serta kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua Dewan Kesenian Provinsi Babel, Onny Nur Pratama, dalam kesempatan yang sama mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk respon terhadap tantangan pelestarian warisan budaya tak benda, terutama tradisi lisan, yang mulai tergerus oleh arus informasi global.
“Tradisi lisan seperti cerita rakyat, pantun, mantra, dan nyanyian adat adalah jantung budaya kita. Melalui lokakarya ini, kami ingin meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya tradisi lisan sebagai warisan budaya,” jelas Onny.
Selain lokakarya, rangkaian kegiatan juga mencakup evaluasi melalui lomba berpantun, pertunjukan tari, teater, dan musik, serta penyelenggaraan Musyawarah Besar (MUBES) Dewan Kesenian Kabupaten/Kota se-Babel.
“Dalam MUBES nanti, kami akan merumuskan visi dan misi bersama, tugas pokok dan fungsi, serta tata tertib organisasi. Termasuk juga menyusun nota kesepahaman terkait kebijakan dan program pemajuan kebudayaan daerah,” ungkap Onny.
Lokakarya ini menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Ichsan Mokoginta, S.Ag, Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Kabupaten Bangka; Kario Kurawa, praktisi tradisi lisan Melayu Babel; serta Shasa Apriva Rustam, Ketua Komite Sastra DKP Babel.



