PANGKALPINANG-Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Kepemudaan Olahraga (Disparbudkepora) Babel Suharto melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan pengurus KONI Babel terkait rencana pemberangkatan Kontingen Babel ke ajang PON XX di Papua pada tanggal 2 sampai dengan 15 Oktober 2021 mendatang.

“Rakor ini terkait biaya pengiriman kontingen asal Babel ke Papua nanti,” kata Suharto didampingi Kabid Olahraga Harun dan Kasi Olahraga Prestasi Kurniawan di ruang rapat GOR Sahabuddin, Senin (23/8).

Melalui APBD sudah ditetapkan anggaran sebesar 7 Miliar untuk biaya kesekretariatan dan pelatih. Sementara, anggaran pengiriman membutuhkan biaya kurang lebih 3 Miliar. “Kekurangan inilah yang kita usahakan solusinya.” jelas Suharto di depan pengurus KONI Babel yang dipimpin Ketua Elfandi.

Selain soal anggaran pengiriman, menurut Suharto, hasil rapat yang ia ikuti dengan Dirjend Kemendagri beberapa hari yang lalu, daerah juga harus menganggarkan biaya dukungan penyelenggaraan PON XX dan PEPARNAS 2021 sesuai INPRES No. 4 Tahun 2021 tentang Dukungan Penyelenggaraan PON dan PEPARNAS 2021 di Papua.

“Dan ini sudah dikoordinasikan dengan tim TAPD Provinsi,” ungkapnya.

Menurut Suharto, pengurus KONI Babel idealnya segera bertemu dengan Gubernur untuk membicarakan rencana dan persiapan kontingen Babel dalam ajang PON XX di Papua. ” Gubernur tentu perlu gambaran utuh dari pengurus KONI sebelum menentukan kebijakan yang akan dipilih,” kata Suharto.

Kontingen Berangkat 22 September

Kontingen Babel harus berangkat tanggal 22 September 2021 karena atlit panjat tebing, sepak takraw, dan tenis lapangan harus berangkat. Waktu yang pendek ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya agar kontingen Babel dapat berangkat sesuai jadwal.

Menurut Kabid Olahraga Harun, solusinya  bisa saja melaui CSR dari pihak ketiga, mengingat keterbatasan anggaran. “ Pada tanggal 26 September 2021, atlit Babel sudah harus bertanding di ajang PON,” jelas Harun dengan menambahkan kekurangan dana inilah yang harus diselesaikan secepatnya. (rz)