BAHASA INDONESIA - ENGLISH
Pangkalpinang - Sebuah bangsa bisa menjadi bangsa yang maju karena pendidikan. Seperti Jepang yang mengalami kekalahan pada perang dunia kedua. Jepang harus bangkit segera dan melakukan introspeksi dengan membangun kembali pendidikan.
Indonesia, sebagai negara yang memiliki potensi besar menjadi negara maju, karena memiliki sumber daya alam melimpah dan juga jumlah sumber daya manusia terbesar ke empat di dunia, seharusnya juga fokus dengan pendidikan.
Karena itu, Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Bangka Belitung, yang memiliki kepedulian tinggi atas pendidikan generasi muda Babel, menggelar Youth Forum Study Abroad with Scholarship, Environtment Youth Discussion. Dimana, dalam forum ini bisa mendapatkan wawasan untuk meraih tingkat pendidikan yang lebih tinggi lagi hingga ke luar negeri.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Kepemudaan Olahraga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Kadisparbudkepora) Widya Kemala Sari mengungkapkan rasa bangga dan gembira atas terlaksananya kegiatan ini, yang menyediakan wadah diskusi bagi para pemuda serta media informasi terkait peluang beasiswa ke luar negeri.
“Gali lah informasi sebanyak-banyaknya, karena informasi sangat penting. Berada diluar negeri adalah pengalaman yang tidak bisa dibeli oleh apapun. kalian akan merasakan berbagai budaya. Dimana ada beberapa hal yang bagus yang perlu di adaptasi, namun ada juga yang tidak perlu diadaptasi,” ujar Widya di ruang pasir padi kantor gubernur (Kamis, 29/08/2024)
Karena itu, Widya memotivasi dan mendorong para pemuda untuk berusaha sekeras mungkin dalam mencari dan mengambil kesempatan emas tersebut.
“Push beyond your limits. Berusaha sekeras mungkin. Karena kesempatan bersekolah di luar negeri sangat banyak. Beasiswa di luar negeri bisa kita dapatkan, yang penting cari informasi sebanyak-banyaknya,” kata Widya memberikan motivasinya.
Kegiatan ini turut mengundang berbagai narasumber dari para penerima beasiswa untuk berbagi pengalaman, yang diantaranya adalah Abdurahman Septiadi (penerima beasiswa LPDP ke Inggris), Ghaida Rhosuna (Penerima beasiswa Aminef ke Amerika), dan juga Tomi Sah (penerima beasiswa Kominfo ke Cina).
Selain itu juga menghadirkan Rektor Universitas Bangka Belitung, Prof. Dr. Ibrahim, M,Si, Founder ALOBI Foundation, Langka Sani, Direktur Yayasan Tarsius Center Indonesia, Budi Setiawan, dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Bangka Belitung, Subhan Hafiz.