PANGKALPINANG-Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Kepemudaan Olahraga (Disparbudkepora) Babel, Suharto menerimakunjungan Komunitas Masyarakat Wisata (Masata) Babel, diruang kerjanya pada Kamis (17/6/2021). Kunjungan tersebut adalah dalam rangka audiensi mensinergikan konsep kerjasama untuk membangun pariwisata Babel.

‘’Saya pikir membangun pariwisata tidak bisa hanya pemerintah sendiri maupun komunitas, perlu ada sinergitas maupun kolaborasi bersama seperti pelaku usaha, akademisi dan masyarakat.’’ Kata Sawaludin ketua DPD Masata Babel.

Tidak hanya itu, menurut Sawaludin apabila semua itu telah dilakukan bersama-sama maka dapat dilihat objek apa saja yang akan ditingkatkan dan dikembangkan.

‘’Membangun dan mengembangkan pawisata itu tidak gampang apalagi dimasa pandemi ini, namun dengan adanya komitmen bersama antar stekholder sangatlah penting untuk kita bersama-sama membangun objek wisata yang bersih, aman dan nyaman sehingga para wisatawan untuk datang ke Babel dapat menikmati kenyamana dan dapat menjadai pengalaman yang baru.’’ ucapnya.

Dalam kunjungan  tersebut Sawaludin mengucapkan terima kasih atas masukan yang diberikan Kepala Disparbudkepora Babel dan telah menyambut baik segala masukan yang telah sampaikan. 

“Masukan dari Pak Kadis sangat bagus, seperti selalu tidak hentinya mengajak komunitas untuk selalu saling berkolaborasi dan bekerjasama dalam membangun pariwisata Babel guna membangun ekonomi masyarakat yang tengah terpuruk akibad pandemi covid.’’ terangnya.

Kadisparbudkepora Babel Suharto mengapresiasi kunjungan komunitas Masata, dirinya juga mengatakan dalam mebangun dan memajukan pariwisata memang benar pemerintah daerah tidak dapat sendiri namun harus dibutuhkan kerjasama yang baik dengan para komunitas pelaku wisata yang ada di Babel.

‘’Pemerintah Babel sudah banyak melaksanakan even dunia, komunitas-komunitas wisata jangan diam, mari jalin kerjasama yang baik duduk bersama untuk memajukan pariwisata Babel. Para komunitas juga harus mengawasi kinerja pemerintah, seperti ada pengembangan objek wisata daerah harusnya mereka dapat memberi saran ke pemerintah daerah terkait infrastuktur apa saja yang kurang.’’ imbuhnya. (rz)