Pangkalpinang – Dalam rangka menjalin dan mempererat tali silaturahmi Forum Masyarakat (Formas) Sunda Ngumbara (FSN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar acara Silaturahmi dan Halal Bihalal 1445 H Tahun 2024 bertempat di La Terase Bistro Café Pangkalpinang, Sabtu (27/04/2024).

Kegiatan yang mengusung tema “Hidup Rukun Sauyunan” (Kita Hidup Dalam Harmoni) ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Kepemudaan Olahraga (Disparbudkepora) Babel Wydia Kemala Sari dalam hal ini mewakili Pj Gubernur Babel serta didampingi Kabid Kebudayaan Agus Setio Rini.

Dalam sambutannya Wydia mengatakan Halal Bihalal merupakan tradisi saling memaafkan antara sesama serta mengingatkan kita semua bahwa tidak ada seorang manusia pun yang luput dari dosa. dengan saling memaafkan agar hati menjadi bersih.

“Warga sunda merupakan salah satu etnis dengan keragaman budaya yang memberikan warna bagi masyarakat Babel serta mendukung ketahanan di berbagai sektor dan berkontribusi dalam gerak roda perekonomian di Babel dari berbagai profesi” ungkapnya.

Menurut dirinya wadah silahturahmi ini yang mempertemukan warga sunda dalam suasana kekeluargaan sebagai pengobat rindu tanah pasundan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi saya mengucapkan terimakasih untuk dedikasi warga sunda yang ada di Babel, mari terus bersama kita bergandengan menjadikan negeri ini maju dan sejahtera serta FSN dapat terus merangkul warga sunda yang ada di babel” harap Wydia.

Sebelumnya Ketua Formas Sunda Ngumbara Babel Dedi Sisworo mengungkapkan masyarakat sunda yang ada di perantauan untuk dituntut dapat hidup rukun dan harmonis dengan masyarakat tempat tinggalnya saat ini.

“Ini sesuai dengan tujuan kami pada saat pencetusan FSN oleh tokoh-tokoh masyarakat sunda yang bertujuan untuk menjalin silaturahmi sesama masyarakat sunda serta dapat hidup harmonis dengan masyarakat tempat kami tinggal” katanya.

Sebagai perkumpulan yang bersifat homogen dari segi kultur dan genetik namun bersifat heterogen dalam berbagai macam jenis latar belakang sosial, profesi dan tingkat pendidikan menurutnya organisasi FSN ini harus mampu untuk mengkoordinir semua pilihan dan kepentingan agar dapat meminimalisir kesenjangan yang mungkin bisa terjadi.

“Dengan berpegang teguh pada watak jati diri orang sunda yaitu silih asih, silih asah, silih asuh dan silih wewangi saya berharap masyarakat sunda yang ada di Babel untuk dapat terus meningkatkan tali silaturahmi menerima nilai-nilai budaya tradisional sebagai kekayaan potensi bangsa Indonesia.” harap Dedi.

Silaturahmi dan Halal Bihalal Forum Masyarakat (Formas) Sunda Ngumbara turut dihadiri oleh Dir. Binmas Polda Babel, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Babel dalam kesempatan ini diwakili dari Kota Pangkalpinang Bapak Amir Laode serta anggota lainnya yaitu Ida Bagus (Bali), Ayub (Aceh), Rizal (Minang), Syamsul Qomar (Palembang), Adi (Jawa Timur), Salamo (IKA Sumut), Chandra (Tionghoa) dan Bapak Wira (KSS) Sulawesi Selatan.

Kegiatan diakhiri dengan penampilan tari dan pergelaran seni pantomim dari sanggar Sekar Penyanding Pangkalpinang dan doa bersama.