Jakarta - Kegiatan Fasilitasi Pemuda Pelopor di Tingkat Desa Inklusif Tahun 2025 digelar selama empat hari, dari tanggal 16 hingga 19 Juni 2025, di Hotel Red Top, Jakarta. Kegiatan ini membahas tentang pengembangan ekonomi hijau dan peluang green jobs di perdesaan, serta bagaimana dana desa dapat menjadi enabler pengembangan lapangan kerja baru di perdesaan. Dengan demikian, diharapkan pemuda pelopor dapat menjadi agen perubahan yang efektif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.

Dirjen Pembangunan Desa Tertinggal Kemendes RI, Samsul Widodo, menyampaikan bahwa peran pemuda-pemudi di desa sangat penting dalam pemberdayaan masyarakat desa dan daerah tertinggal. 

“Dari pemuda pelopor, seharusnya dapat memberikan dampak, seberapa besar mampu menciptakan lapangan pekerjaan di Indonesia. Mengingat tingkat pengangguran pada pemuda cukup tinggi," ujarnya. 

Beliau juga menekankan bahwa pemuda pelopor diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan memberikan kontribusi pada pembangunan desa.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga membahas tentang potensi desa di Indonesia, yang meliputi pertanian, perkebunan, perikanan, desa wisata, dan energi baru terbarukan. Dengan memanfaatkan potensi alam dan sumber daya lokal, green jobs dapat meningkatkan kualitas lingkungan, peluang pekerjaan baru, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. 

"Indonesia memiliki berbagai macam potensi, termasuk potensi pertanian, perkebunan, perikanan, dan desa wisata," kata Samsul.

Lebih jauh, Samsul juga menyampaikan terkait deindustrialisasi prematur. Samsul mengatakan bahwa hal tersebut dapat memiliki dampak negatif pada ekonomi dan sosial, termasuk peningkatan pengangguran, ketimpangan ekonomi, kemerosotan pertumbuhan ekonomi, dan ketidakstabilan sosial. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan strategi yang tepat untuk meningkatkan daya saing industri dan menciptakan lapangan pekerjaan yang berkualitas. 

“Diharapkan pemuda pelopor dapat menjadi pemimpin yang efektif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa," kata Samsul.

Dalam kegiatan ini, peserta juga membahas tentang strategi pengembangan green jobs di perdesaan, yang meliputi pemanfaatan potensi alam dan sumber daya lokal, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan demikian, diharapkan green jobs dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa dan mengurangi kemiskinan.