Pagi ini Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Kepemudaan Olahraga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Disparbudkepora Babel) kedatangan anak-anak Muda yang Energik dan Kreatif yang tergabung dalam Dewan Penggurus Wilayah (DPW) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Gekrafs Babel) Rabu (18/07/2021).

Kedatangan DPW Gekraf Babel ini ingin beraudiensi memperkenalkan dan membuka diri untuk berkolaborasi kepada Stakeholders yang terkait dengan ekonomi kreatif di Disparbudkepora Babel.

Dalam sambutannya Suharto berharap agar Ekonomi Kreatif di Babel lebih tumbuh untuk mengsejahterakan Masyarakat Babel mengingat Sumber Daya Manusia (SDM) dan potensi Ekonomi Kreatif itu semua tersedia di Babel.

Suharto mencontohkan daerah Jogyakarta dimana dengan kreatifitas dan inovasi yang tinggi masyarakatnya sehingga apapun bisa diberdayakan menjadi sumber penghasilan, plastik bekas,kertas bekas, bambu , tarian , kesenian dan apapun itu bisa diubah dari wujud atau barang yang tidak punya nilai menjadi benda yang punya nilai jual.

"Saya ngak menyangka di Babel ini masih banyak anak muda yang punya talenta dan Passion di bidang ekonomi kreatif, saya salut hari ini saya bisa bertemu anak-anak muda ini, kami mohon bantuan bagaimana Ekonomi kreatif ini bisa tumbuh dan berjalan lebih baik lagi ,karena Pemerintah tidak akan berjalan ekrafnya tanpa dukungan adik-adik dari Gekrafs selaku pelopornya". Ujar Suharto

Tommy selaku ketua DPW Gekrafs didampinggi Sekretaris Dhias Lastria, Bendahara Iqbal Rachman Babel dalam sambutannya menjelaskan DPW Gekrafs Babel dilantik bulan April 2021.

DPW Gekrafs Babel saat ini konsen di bidang Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif dan saat ini  lagi menggarap 3 proyek Ekonomi kreatif  seperti Film,Fashion dan kreatif art.

DPW Gekrafs Babel merupakan wadah buat pelaku ekraf di Babel untuk menjadi Fasilitator, penghubung kegiatan Ekraf yang lebih terpusat dan sebagai mitra pemerintah dalam mengoptimalkan semua potensi ekonomi kreatif itu.

"Kami melihat dimana potensi Ekraf ini besar seperti Korea dengan Drakornya dan Amerika dengan Holliwodnya dan itu juga yang mendorong kita di Babel dengan Film Laskar pelaginya yang mendogkrak nama Babel di luar, di samping itu kita juga bisa mengangkat kearifan lokal dengan Film,Fashion dan dengan semua potensi yang ada dan itu sudah kita siapkan". Ucap Tommy

Disamping itu juga Tommy berharap Disparbudkepora Babel dapat membantu pelaku Ekraf dan mendukung kegiatan-kegiatan yang telah mereka gagas.

Ditempat yang sama Zaiyuni yang lebih akrab di panggil Yuni selaku Kepala Bidang Ekraf Disparbudkepora Babel mengatakan bulan September bidang Ekraf akan mengadakan pelatihan untuk Komunitas dibidang Ekraf,dimana tujuannya agar para pelaku dibidang Ekraf ini bisa di  akomodir keinginannya  dan akan membantu membuatkan Akta Pendirian Badan Hukum Perkumpulannya secara gratis ,agar  pelaku ekraf bisa berbadan Hukum.

Bidang Ekraf akan membuat 9 akta notaris untuk 6 Sub Sektor dari 16 Sub Sektor Ekraf diantaranya Kuliner,Kriya,Fashion,Seni,Film dan Fotografi 

"Akhirnya dengan berbadan hukum, para pelaku ekraf bisa mengajukan bantuan ke Pusat melalui Kemenparekraf, karena selama ini  Babel belum pernah mendapatkan bantuan tersebut karena belum memenuhi syarat, salah satunya tidak berbadan hukum, untuk itulah kita adakan Pelatihan". Terang Yuni

"Apa-apa yang telah adik-adik Gekrafs Babel tadi sampaikan kepada kami,seperti Pembuatan Film dan Fashion yang mengangkat kearifan Lokal, maka kami dari Disparbudkepora Babel akan mendukung sepenuhnya, kami dengan Bidang-bidang yang ada di Disparbudkepora siap membantu, Bidang Kebudayaan melalui Pak Engkus dan Bidang Ekraf Ibu Yuni akan mengfasilitasi Kegiatan-kegiatan tersebut agar kedepan Ekraf di Babel Maju sesuai dengan tujuan Bapak Gubernur mengsejahterakan Masyarakat". Terang Suharto

Hadir dalam pertemuan Pengurus DPW Gekrafs Babel,Kabid Ekraf dan Kabid Kebudayaan beserta Kasie dan staf Disparbudkepora Bab