Palembang – Semangat dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman menjadi kisah inspiratif dari Fakhrul Rozy, pemuda asal Kabupaten Bangka Barat, yang tampil menonjol dalam ajang Kreativesia 2025 (Pekan Kreativitas Pemuda Indonesia) di Palembang, Sumatera Selatan. Setelah sukses memamerkan inovasi kuliner bertajuk Lempah Kuning 7 Samudra, Oji kembali menantang dirinya dengan mengikuti Pemilihan Duta Pemuda Kreatif di hotel Zuri (Sabtu, 18/10/2025)

Pemuda yang dipanggil Oji ini mengatakan bahwa kreativitas bukan sekadar kemampuan menciptakan sesuatu yang baru, melainkan keberanian untuk memanfaatkan hal sederhana menjadi luar biasa.

“Kreativitas itu tentang bagaimana kita menemukan inovasi dan terus berkarya. Sesuatu yang kecil bisa menjadi besar ketika dikerjakan dengan semangat dan keyakinan,” ujarnya.

Ia percaya bahwa setiap anak muda memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkontribusi, asalkan mau belajar dan membuka diri. “Saya banyak mencari referensi, membangun relasi, dan terus belajar agar bisa menjadi panutan bagi orang lain. Anak muda harus adaptif dan terbuka terhadap perubahan,” tambahnya.

Jika terpilih sebagai Duta Kreatif, Oji bertekad untuk fokus mengampanyekan pentingnya literasi dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis lokal. Ia ingin memberikan edukasi dan inspirasi kepada generasi usia 10 hingga 24 tahun, yang menurutnya adalah masa paling menentukan dalam pembentukan karakter dan arah hidup seseorang.

“Usia 10-16 tahun adalah masa mencari jati diri, sementara 16-24 tahun adalah masa mengembangkan diri dan pengalaman. Di usia 24 tahun ke atas mereka sudah siap menjadi generasi muda yang matang dan berdaya,” jelasnya.

Dalam perjalanan berkaryanya, Oji mengaku terinspirasi oleh Deddy Corbuzier, yang dianggapnya mampu memberikan edukasi positif melalui cara berpikir logis dan kritis.

“Saya belajar banyak dari podcast Deddy Corbuzier. Cara pandangnya sederhana tapi berdampak. Ia mengajarkan saya untuk melihat setiap masalah dari sisi yang lebih mendalam,” tutur Oji.

Oji menilai tantangan terbesar bagi anak muda Bangka Belitung bukanlah kurangnya peluang, melainkan rasa nyaman terhadap keterbatasan.

“Banyak anak muda di Bangka Belitung yang sebenarnya punya potensi besar, tapi masih takut mencoba. Kita harus berani mencoba keluar dari zona nyaman agar bisa berkembang,” tegasnya.

Melalui keikutsertaannya di Kreativesia 2025, Fakhrul Rozy membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Dengan semangat belajar, kemauan untuk berkembang, dan komitmen menginspirasi sesama, ia menunjukkan wajah pemuda Bangka Belitung yang kreatif, visioner, dan siap menjadi agen perubahan bagi masa depan bangsa.