Pangkalpinang – Muhammad Fadhel Salazen dan Istya Marwinda, merupakan pasangan muda Bangka Belitung yang mengikuti Pemilihan Pasangan Muda Inspiratif dan Berprestasi tahun 2022, di mana kegiatan dari Kemenpora ini akan diadakan pada tanggal 23-26 Mei 2022 nanti di Jakata.

Sebagai pasangan muda yang memiliki kesibukan sebagai ASN, mereka memiliki kepedulian tinggi terhadap dunia anak-anak dan pemuda di Bangka Belitung. Berbagai program untuk anak-anak dan pemuda sudah dilakukan sejak mereka masih duduk di Sekolah Menengah Atas. Saat itu dimulai dengan forum anak yang bertujuan untuk membimbing anak-anak agar memiliki wadah berkreatifitas.

Dikatakan oleh Istya, dalam forum anak tersebut terdapat banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan, diantaranya adalah : Minggu Bersih, Kelas Inspiratif, Taman Belajar,di mana dengan mengikuti berbagai kegiatan tersebut, maka anak-anak saat pulang dari sekolah memiliki hiburan yang terarah.

Dirinya pun menjelaskan awal ketertarikannya dan pasangan terhadap dunia anak-anak  diawali dengan rasa ingin membangkitkan potensi anak-anak untuk lebih aktif dengan kegiatan yang positif. Dengan lokus di Bangka Selatan dengan Program Pemuda Sahabat Anak. Dirinya berpendapat bahwa kondisi anak-anak di Basel tersebut memerlukan perhatian khusus.

“Awal nya karena kami suka melihat anak-anak menjadi aktif berkegiatan, dari pada mereka melakukan hal yang negatif. Karena itu kami hadir untuk memfaasilitasi mereka dengan menggali potensi khususnya di Basel, yang diharapkan bisa merambah hingga ke tingkat Provinsi,” jelas Istya.

Kadisparbudkepora, Suharto mengungkapkan rasa syukurnya, bahwa pasangan muda ini meskipun sibuk dalam dunia birokrasi namun tetap aktif memiliki sumbangsih bagi anak-anak dan para pemuda Babel melalui pemikiran-pemikirannya.

“Saya sangat senang dan bangga dengan pasangan muda ini yang memiliki pemikiran untuk memajukan generasi muda di Babel, karena generasi muda merupakan cikal bakal pemimpin di masa depan. Untuk hal positif seperti ini, sudah sepatutnya kita dari pemerintah membantu memfasilitasi,” ujar Suharto.

Suharto mengatakan bahwa pemuda jaman sekarang sudah cukup banyak terekspos oleh dunia digital dengan melalui gawai yang dimiliki. Meskipun teknologi sangat dibutuhkan zaman sekarang, namun apabila menjadi sebuah ketergantungan, maka akan memiliki dampak negatif.

Kabid Kepemudaan dan Kepramukaan, Pairus turut menyampaikan agar para pemuda memiliki kegiatan yang positif, maka perlu untuk dihidupkan kembali berbagai kegiatan yang melibatkan kebersamaan yang salah satunya adalah dengan kembali menghidupkan permainan-permainan tradisional. Sehingga, anak-anak dan para pemuda bisa memiliki kehidupan sosial yang lebih sehat dengan rehat sejenak dari gawai masing-masing.

“Berdasarkan kegiatan mereka ini atau kegiatan kepemudaan lainnya, akan kita kawal atau kita dampingi dengan mengajak pihak ketiga atau swasta yang akan membiayai mereka dari bantuan sosial masyarakat yang ada di Bangka Belitung.” Tutup Pairus