Koba – Tim Disparbudkepora Pemprov Kepulauan Bangka Belitung dari bidang Kepemudaan yang didampingi oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Kepemudaan Olahraga Kabupaten Bangka Tengah mulai melakukan fact finding untuk Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2024. Dimana, pada hari ini (Rabu, 29/05/2024) Tim Disparbudkepora Pemprov Kepulauan Bangka Belitung menuju Koba untuk menemui Intan Permata Sari salah satu peserta dari Bangka Tengah tersebut.

Intan saat ini telah melakukan kerja nyata kegiatan kepeloporan pada bidang sumber daya alam dan lingkungan pariwisata, dengan mengusung “ACAK; Ketapang Potensi Minyak Jadi Solusi”.

Dalam paparannya dihadapan Tim  Disparbudkepora, dirinya mengatakan bahwa pengolahan biji ketapang menjadi minyak pijat yang memiliki berbagai manfaat tersebut sudah ditekuni sejak Februari 2023, setelah dirinya terpilih menjadi Duta Wirausaha Muda 2023.

“Minyak pijat ‘ACAK’ ini sudah saya tekuni sejak Februari 2023, dan telah memberdayakan masyarakat serta menyelamatkan lingkungan dari limbah buah ketapang,” tutur Intan.

Awal mula Intan membuat minyak ketapang ini berawal dari kepeduliannya terhadap para Ibu yang menghadapi permasalahan terhadap anak dan bayi yang acap kali memiliki masalah  terhadap sakit perut, batuk pilek, susah berjalan, exim (penyakit kulit), yang menyebabkan para Ibu bingung mengatasi dan mencari obatnya.

Tidak hanya itu, menurut Intan berdasarkan hasil survey yang dilakukannya terhadap perawatan babycare seperti pijat bayi di kota Pangkalpinang dan Koba cukup mahal dan minyak pijat bayi yang dijual dipasaran cukup menguras kantong.

Dikatakan Intan, biji ketapang mengandung senyawa metabolit sekunder yang dapat digunakan sebagai anti bakteri, protein, karbohidrat, lemak, berbagai jenis vitamin. Informasi tersebut didapatkannya berdasarkan jurnal Protobiont Universitas Tanjung Pura tahun 2015, Jurnal Life Science Unnes 2022, Skripsi Astria Dewi Mahmuddin Unversitas Hasanudin 2018.

Menurut Intan, di Bangka Belitung ini, pohon ketapang banyak tumbuh. Tercatat di kecamatan Koba ada kurang lebih 900 pohon ketapang. Biji Ketapang yang berjatuhan dibiarkan dan berserakan sehingga menjadi sampah yang mengganggu lingkungan.

“Di Kecamatan Koba banyak tumbuh pohon ketapang. Biji-biji nya yang berjatuhan menjadi sampah yang mengganggu dan mencemarkan lingkungan. Tercatat 1 pohon ketapang menghasilkan 10kg, maka di kecamatan Koba mampu menghasilkan 9 ton limbah biji ketapang setiap harinya,” ujar Intan.

Karena berbagai alasan tersebut, maka Intan berusaha memanfaatkan limbah biji ketapang yang juga bisa dimanfaatkan untuk kesehatan dan juga bisa memberdayakan masyarakat sekitar.