Pangkalpinang - Setelah menjalani Sidang Penetapan oleh Tim Ahli dari KemeKementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), 4 karya budaya dari Bangka Belitung (Babel) ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia pada 31 Agustus 2023 di Hotel Milenium Jakarta.
Keempat karya budaya tersebut terdiri dari Lakso Habang berasal dari Bangka Selatan, Bebanjor dari Belitung Timur, Makan Bedulang dari Belitung dan Lesong Panjang yang berasal dari Belitung juga.
Ketetapan ini membuat bangga perwakilan Babel yang terdiri dari Kadis Pariwisata Kebudayaan dan Kepemudaan Olahraga (Parbudkepora), Widya Kemala Sari, Kabid Kebudayaan, Agus Setio Rini, Sub Koordinator Budaya dan Kesenian Tradisional, Pupung P Damayanti, Masliah (Maestro Lakso Habang), Achmad Hamzah (Maestro Makan Bedulang) dan Sarwan (mengawal Bebanjor, Beltim) yang mengikuti sidang secara langsung di hadapan sejumlah Tim Ahli WBTb Indonesia.
Widya menyatakan menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas penetapan karya budaya tersebut.
““Alhamdulillah, Babel dapat mempertahankan 4 karya budaya diantara 16 karya budaya yang diusulkan, tim saling melengkapi dalam persidangan sehingga menjadikan kekuatan utuh untuk mempertanggung jawabkan karya budaya yang diusulkan.” kata Wydia saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (01/09/2023).
Sementara itu Subkor Budaya dan Kesenian Tradisional Pupung P Damayanti mengatakan dengan ditetapkannya 4 karya budaya Babel menjadi WBTb Indonesia kedepan Babel harus memiliki Tim Ahli ditingkat Provinsi.
“Insya Allah tahun depan kita harus memiliki Tim Ahli di tingkat Provinsi guna untuk mempertaruhkan usulan karya budaya di meja sidang, seperti Provinsi lainnya yang sudah memiliki tim ahli.” ungkapnya.
Selain itu menurutnya untuk menjadi tim ahli ini ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, yaitu memilih orang-orang yang kompenten di bidang kebudayaan.
“Tim Ahli juga harus memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh Kemendikbudristek setelah mengikuti bimtek WBTb Indoesia, saya yakin ke depan jika Babel sudah memiliki tim ahli, akan banyak karya budaya yang lolos dalam sidang penetapannya.” harapnya.
