Pangkalpinang – Disparbudkepora Pemprov Kepulauan Bangka Belitung pada Bidang Kepemudaan dan Kepramukaan, menggelar rapat teknis bersama Kabid Kepemudaan Dispora Belitung, Thamrin, Ketua KNPI, Remil Yanus Salalima, dan perwakilan dari Alumni Organisasi Kepemudaan Binaan Disparbudkepora Pemprov Babel.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Kepemudaan dan Kepramukaan Disparbudkepora Pemprov Kepulauan Bangka Belitung, Pairus, dan di dampingi oleh para sub-koordinator (subkor) yaitu subkor Pengembangan Pemuda, Wiyanti Budi Lestari, subkor Pemberdayaan Pemuda, Harry Wahyudi , dan subkor Kepramukaan, Christina Mareti, Selasa (26/03/2024).

Disampaikan oleh Pairus, hingga saat ini sudah ratusan pemuda yang dibina oleh Disparbudkepora Provinsi Kepulauan Babel melalui Bidang Kepemudaan, yang diantaranya adalah Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI), Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN), Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP), Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih), Pemuda Pelopor, Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN), dan Pasangan Muda Kreatif.

Dengan melakukan pembinaan terhadap para pemuda, diharapkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat mencapai target, dimana target IPP tahun 2024 naik 2,86 poin dari yang sebelumnya tahun 2023 52,67 poin, dan pada tahun 2024 menjadi 55,53 poin.

“Saya optimis, akhir tahun 2024 bisa mencapai 54 poin dari 55,53 poin yang menjadi target provinsi. Karena saya lihat beragam kegiatan pemuda sudah mulai aktif diantara pemuda,” kata Pairus.

Dikatakan Pairus, IPP ini ada lima domain, yang diantaranya adalah Domain Kesehatan dan Kesejahteraan, Domain Pendidikan, Domain Lapangan dan Kesempatan Kerja, Domain Gender dan Diskriminasi, dan Domain Partisipasi dan Kepemimpinan.

Untuk mencapai target IPP tersebut, Disparbudkepora Pemprov Babel berusaha membuat suatu peraturan Gubernur (Pergub) yaitu Rencana Aksi Daerah (RAD) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang berupa dokumen. Dengan adanya perpres 43 tahun 2022 tentang RAD Nasional. maka Disparbudkepora Pemprov Babel perlu melakukan rapat koordinasi bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bersinggungan.

“Diharapkan agar setiap kegiatan pelatihan atau apapun bentuknya yang melibatkan pemuda yang berusia 16-30 tahun dapat memberi dampak terhadap IPP.”tutup Pairus.