Pangkalpinang - Kepala Bidang Kepemudaan dan Kepramukaan, Pairus dari Disparbudkepora Pemprov Babel memimpin jalannya Audiensi bersama kedua orang alumni PKPBN yaitu Reihan Ramadhan dari desa Celuak, dan Adha Nurkarim dari desa Permis yang berbagi pengalaman selama mengikuti program.

“PKPBN ini merupakan program yang diprakarsai oleh Kemenpora RI Deputi Pemberdayaan Pemuda di bawah Asdep Wawasan Pemuda,” dijelaskan oleh Pairus saat memimpin audiensi di kantor Disparbudkepora (Kamis, 13/06/2024).

Disampaikan oleh Reihan, bahwa dalam mengikuti seleksi PKPBN ada beberapa tahapan seleksi yang harus dilalui, mulai dari administrasi, tes fisik, dan juga Computer Assisted Test (CAT).

“Kami mulai diseleksi dari administrasi, seleksi lari, lalu CAT mengenai wawasan kebangsaan yang dikhususkan kepada empat pilar, yaitu; Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI,” terang Reihan.

Kegiatan PKPBN dilaksanakan selama 30 hari, dimana lima hari awal mendapatkan materi mengenai non-fisik tentang bela negara. Setelah itu, lima hari berikutnya mendapatkan pelatihan fisik di Pusdiklat Rumpin Bela Negara yang berada di Bogor.

“Selama mengikuti kegiatan tersebut, kami mendapatkan wawasan kebangsaan, nilai-nilai Pancasila, serta lima nilai bela negara,” timpal Adha.

Setelah sepuluh hari awal telah selesai dilaksanakan, para peserta PKPBN tersebut pun melakukan pengabdian berupa Bakti Pemuda Nusantara (Bapen) selama 20 hari. Bapen dilaksanakan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

Bapen tersebut dilaksanakan dari tanggal 22 Mei hingga 12 Juni. Dimana kami ditempatkan di daerah 3T yang berada di Lebak Banten, kecamatan Sobang.

“Di kecamatan Sobang tersebut, para peserta dibagi dan disebar ke berbagai desa, dengan jumlah 10 orang di setiap desanya. Selama Bapen, kami membantu masyarakat dalam menyosialisasikan tentang bela negara, bahaya narkoba, judi online, dimana kegiatan sosialisasi ini diperlombakan oleh Kemenpora,” jelas Adha.

Dalam mengikuti kegiatan perlombaan sosialisasi, Reihan Ramadhan berhasil menjadi juara satu yang memenangkan proyek sosialisasi dari desa Suka Jaya sebagai daerah proyek perubahan.

Dikatakan Reihan, program yang dilaksanakan di Desa tempat dirinya melaksanakan Bapen, tim nya membuat website desa terkait digitalisasi desa yang diantaranya adalah informasi desa, layanan desa, pengajuan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), pengajuan Surat Keterangan Domisili dsb.

“Setelah mengikuti program ini, maka kami akan mensyosialisaikan terkait Bela Negara di desa masing-masing agar masyarakat khususnya para pemuda tertarik untuk bergabung mengikuti kegiatan yang sangat bermanfaat dalam mengembangkan potensi kepemudaan.” Tutup Reihan.