Pangkalpinang – Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparbudkepora) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menerima kunjungan Tim Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) dalam rangka pelaksanaan penilaian kebersihan dan pengelolaan lingkungan perkantoran. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong terciptanya lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

 

Kepala Disparbudkepora Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Wydia Kemala Sari, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung Gerakan ASRI melalui penerapan budaya kerja yang peduli terhadap lingkungan. Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari penyediaan tempat sampah organik dan anorganik, pengolahan sampah organik menjadi kompos, hingga membiasakan pegawai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

 

Tim ASRI yang terdiri dari unsur Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, dan Satuan Polisi Pamong Praja melakukan penilaian berdasarkan sejumlah indikator. Penyuluh Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fenti Halida, menjelaskan bahwa aspek yang dinilai meliputi ketersediaan bank sampah, pemahaman pegawai dalam memilih dan memilah sampah organik dan anorganik, keberadaan tanaman hidup di dalam ruangan, serta pemenuhan ruang terbuka hijau yang idealnya mencapai minimal 20 persen dari luas kawasan perkantoran. Keberadaan pohon peneduh dan tanaman hias hidup di setiap sudut ruangan juga menjadi bagian dari indikator penilaian.

 

“Berdasarkan indikator yang kami nilai, persentase penilaian di Disparbudkepora sudah cukup baik. Pegawai juga telah dibiasakan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan membawa tumbler pribadi ke kantor. Saat rapat pun sudah tidak lagi menggunakan air minum dalam botol kemasan, sehingga mampu meminimalisir timbulan sampah plastik di lingkungan kantor,” ujar Fenti.

 

Wydia Kemala Sari menambahkan, meskipun Disparbudkepora belum memiliki bank sampah sendiri, pengelolaan sampah tetap berjalan melalui kerja sama dengan bank sampah yang telah ada serta komunitas Pepelingasih di bawah Bidang Kepemudaan. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen dalam mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

 

Ia juga mengimbau seluruh pegawai agar terus membiasakan diri membawa tumbler pribadi saat rapat maupun kegiatan kedinasan, memilah sampah sesuai jenisnya sebelum dibuang, serta menjaga kebersihan lingkungan kantor sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

 

“Masalah sampah bukan hanya persoalan kebersihan, tetapi juga dapat memicu berbagai persoalan sosial, mulai dari menurunnya kualitas kesehatan, terganggunya kenyamanan, hingga berdampak pada kualitas lingkungan hidup. Karena itu, mari kita mulai dari langkah sederhana, seperti membawa tumbler, mengurangi sampah plastik, serta memilih dan memilah sampah dengan benar. Lingkungan yang bersih adalah cerminan budaya kerja yang disiplin, dan kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi bagian dari budaya kerja kita,” tutup Wydia.