Pangkalpinang – Detasemen Khusus 88 Anti Teror Kepolisian Negara Republik Indonesia (Densus 88 AT Polri), bersilaturahmi ke Disparbudkepora Pemprov Kepulauan Bangka Belitung, khususnya Bidang Kepemudaan.
Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan diskusi dan koordinasi terkait rencana kolaborasi pencegahan paham IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstrimisme, dan Terorisme) khususnya dikalangan pemuda Bangka Belitung dalam sosialisasi wawasan kebangsaan.
Kepala Bidang Kepemudaan, Pairus, hadir untuk menyambut kedatangan tim Densus 88 AT Polri di ruang kerjanya. Dalam pertemuan tersebut, Pairus menyatakan siap bekerjasama.
Selaku Kabid Kepemudaan, Pairus siap membantu untuk menghadirkan organisasi pemuda saat melakukan kegiatan sosialisasi kebangsaan.
“Kami siap mendukung kegiatan sosialisasi kebangsaan, apabila dibutuhkan untuk menghadirkan para peserta dari organisasi pemuda, Osis, Pramuka. Karena bidang kami membina para pemuda yang berusia 16 hingga 30 tahun,” ucap Pairus.
Untuk itu dirinya menyampaikan, bahwa apabila ada kegiatan yang bertujuan untuk para pemuda agar bidang kepemudaan dapat diberitahu. Sehingga bisa menjalin kerja sama yang bersifat simbiosis mutualisme.
Pada kesempatan tersebut Brigadir Polisi, Nila selaku tim Wawasan Kebangsaan Densus 88 mengatakan bahwa pencegahan paham IRET ini untuk menghalau pemahaman-pemahaman yang dibawa dari luar. Karena di Bangka Belitung sendiri, sudah ada beberapa pelaku yang ditangkap. Diantaranya satu orang di Belitung, dan lima orang lainnya berada di Bangka. Namun sekarang ke enam orang tersebut sudah bebas setelah melaksanakan hukuman pidana.
“Kami sudah melakukan deradikalisasi kepada eksnarapidana terorisme (napiter). Hal yang sudah dilakukan oleh para eksnapiter ini adalah sebagai Koordinasi Wilayah (Korda) Babel. Kita sudah melakukan reduksi terhadap pemahamannya, dan kita juga sudah jadikan eks napiter sebagai duta pencegahan. Jadi kita selalu membawa beberapa eks napiter yang kita nobatkan sebagai duta cegah untuk melakukan sosialisasi wawasan kebangsaan,” terang Nila.
Dikatakan Nila, bahwa saat ini sosialiasi kebangsaan sudah dilakukan kesekolah-sekolah SMA sederajat, khususnya kepada Osis-Osis. Karena organisasi Osis ini bisa dimanfaatkan sebagai penyambung lidah ke siswa-siswa yang ada di sekolah-sekolah. Selain itu Densus 88 AT Polri juga menyasar ke perguruan tinggi, kecamatan, ASN, pegawai BUMN, dan juga pengusaha-pengusaha.
“Sosialisasi kebangsaan ini tidak hanya dilakukan di instansi-instansi pemerintahan, namun juga di sekolah-sekolah hingga ke perguruan tinggi. Karena untuk pemahaman ini tidak memandang bulu, jadi bisa masuk ke ranah manapun.” Tutupnya.