Palembang — Di tengah gemerlap acara Kreativesia 2025, ajang bergengsi yang digelar oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), di Gedung DPRD Sumatera Selatan (Sabtu, 18 Oktober 2025), sosok muda bernama Faizun Renja berhasil mencuri perhatian publik. Ia berhasil meraih Juara III Nasionaldalam kategori Film (Sinematografi). Namun di balik trofi yang kini digenggamnya, tersimpan kisah perjuangan panjang, penuh semangat, dan ketulusan yang lahir dari hati seorang pemuda Bangka Belitung.
Kreativesia, atau Pekan Kreativitas Pemuda Indonesia, merupakan kegiatan tahunan Kemenpora yang menjadi wadah bagi generasi muda untuk menampilkan ide kreatif dan inovasi di berbagai bidang, mulai dari musik, fashion, kuliner, kriya, hingga teknologi. Tahun ini, kegiatan itu diselenggarakan di Sumatera Selatan pada 14–18 Oktober 2025, diikuti oleh ratusan pemuda dari seluruh Indonesia.
Bagi Faizun, keberhasilannya bukan hasil yang datang secara instan. Film yang ia garap terinspirasi dari karya pendek berjudul Melabuhkan Harapan, yang sebelumnya diproduksi untuk Mentok Arts Festival. “Ide cerita film ini sebenarnya terinspirasi dari karya yang kami buat sebelumnya. Sebelum menulis naskah, saya juga melakukan riset terhadap juri untuk menyesuaikan gaya dan selera mereka,” ungkap Faizun saat diwawancarai usai pengumuman pemenang.
Namun di balik proses kreatif itu, Faizun harus melewati berbagai tantangan. Bersama tim kecilnya, ia mengikuti lomba ini secara mandiri tanpa dukungan finansial besar. Perjalanan panjang dari Muntok, Bangka Barat menuju Palembang menjadi ujian tersendiri. “Perjalanannya sangat melelahkan dan menguras tenaga. Tapi saya selalu berusaha kuat, tetap shalat lima waktu, dan tidak lupa meminta doa restu dari ibu serta teman-teman saya,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Bagi Faizun, doa dan dukungan orang-orang terdekat menjadi sumber kekuatan yang luar biasa. Ia menyadari bahwa perjuangan ini bukan hanya untuk dirinya, melainkan juga untuk daerah asalnya. “Saya selalu bermimpi mengharumkan nama Bangka Belitung di kancah nasional. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa mimpi itu bisa tercapai dengan kerja keras,” katanya penuh haru.
Selama proses produksi film, banyak momen yang membekas di hatinya. Salah satunya adalah saat pengambilan adegan terakhir, di mana ia dan tim harus berjalan sejauh dua kilometer dan mendaki tangga untuk mendapatkan hasil terbaik. “Momen itu sangat emosional. Rasa lelah terbayar ketika hasilnya sesuai harapan,” kenangnya.
Kini, setelah kemenangan itu, Faizun bertekad untuk terus mengembangkan kemampuan dan belajar lebih banyak tentang dunia sinematografi. Ia percaya bahwa kemenangan ini bukanlah akhir, melainkan langkah awal menuju perjalanan baru yang lebih besar. “Saya ingin terus belajar, mengevaluasi diri, dan menghasilkan karya yang bisa membawa pesan positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Kisah Faizun Renja menjadi bukti bahwa dengan tekad kuat, kerja keras, dan doa, segala keterbatasan bisa diatasi. Dari kota kecil di Bangka Belitung, ia membuktikan bahwa mimpi besar bisa terwujud — selama seseorang berani melangkah dan percaya pada dirinya sendiri.