PANGKALPINANG-



Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudkepora) Provinsi Bangka Belitung (Babel), Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Babel Elpandi beserta jajajarannya memenuhi undangan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Babel Rabu (07/07/2021).
RDP dipimpin Ketua Komisi II DPRD Babel Adet Mastur, dan dihadiri anggota Komisi II Heryawandi, H.Mulyadi, Edi Junaidi Foe, Ariyanto.
Suharto dalam RDP memaparkan persiapan Babel menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, seperti Cabang Olahraga (Cabor) apa saja yang diikuti, berapa jumlah atlet yang turut serta, saran-saran apa saja dalam menghadapi PON XX Papua Oktober 2021, dan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Babel di Bangka Barat (Babar) Tahun 2022.
Dijelaskan Suharto, atas dasar usulan Ketua KONI Babel, untuk persiapan PON awalnya diusulkan 24 milyar rupiah. Tetapi, mengingat situasi dan kondisi Pandemi Covid, maka terjadi refocusing, pembahasan sampai tiga kali.
Maka, kata Suharto, finalisasi terakhirnya setelah dipertimbangkan dan diputuskan oleh DPRD Babel, Tim Anggaran dan Gubernur, anggarannya menjadi 12,5 milyar rupiah.
"Alhamdulillah, kami sudah mengusulkan ke Gubernur, tinggal Ketua KONI membuat surat ke Gubernur. Jadi, untuk anggaran PON tidak ada masalah, tergantung keputusan yang diambil dalam rapat ini," ujar Suharto.
Untuk Porprov Suharto, Elpandi berpendapat yang sama mengenai pelaksanaan Porprov Babel di Babar pada tahun 2022 sambil menindaklanjuti Kunjungan Kerja ke KONI Bangka Barat dan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat Jumat mendatang oleh Komisi II, Disparbudkepora serta KONI.
Dalam kesempatan sama Ketua KONI Babel, Elfandi mengungkapkan, di ajang Pekan Olahraga Nasional Papua tahun ini, KONI Babel akan mengirimkan 80 atlet dari 20 Cabang Olahraga, 38 Pelatih, 7 Asisten Pelatih, 3 Manager dan 40 Official.
Sesuai Edaran Menteri Dalam Negeri No.426/2883/SJ tentang percepatan dukungan penyelenggaraan PON XX dan PPN XVI di Provinsi Papua, maka KONI Babel mengambil langkah-langkah untuk melaksanakan Pelatda terpusat mulai Juni 2021, karena waktu tinggal 3 bulan lagi.
Pelatda terpusat 80 persen di LPMP dengan pola latihan pagi dan Sore dan hari minggu istirahat.
"Atlet dibagi dalam 3 Kluster yaitu Cluster Utama untuk atlet dengan target 70 - 80 persen medali emas, cluster potensi untuk peraih emas, perak atau perunggu dan cluster harapan bagi atlet yang siap berkompetisi, bisa membuat kejutan. Ini berkaitan dengan pemberian uang harian serta reward buat para atlet. KONI Babel siap mengikuti PON XX Papua," tegas Elpandi.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Babel Adet Mastur mengatakan, diperkirakan sekitar bulan Agustus sampai September 2021 paling cepat, akan mulai membahas anggaran tahun 2022.
“Sebelum pembahasan RKUA PPAS, kata dia, apa-apa yang menjadi masukan yang akan kami perjuangkan di APBD. Kami sudah mempunyai data, bukan hanya KONI dan Disparbudkepora saja, tetapi mitra-mitra Komisi II juga kami panggil," ujar Adet.
Dari RDP tersebut, didapat kesimpulan, Pertama, dana PON XX Papua sudah disiapkan sebesar 12,5 milyar rupiah dan tunggu pencairan; Kedua, untuk Bonus peraih medali disiapkan sebesar 700 juta rupiah, apabila ada perubahan nantinya akan diperjuangkan di anggaran APBD perubahan.
Kesimpulan Ketiga, kata Adet, Atlet yang ikut PON XX Papua berjumlah 80 atlet dengan 20 Cabang Olahraga; Kempat, Pelaksanaan Porprov di Bangka Barat akan ditentukan di dalam Rakonis.