Yogyakarta – Pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepemudaan yang diselenggarakan di Kulonprogo Oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) pada tanggal 05-07 Agustus 2024, Bangka Belitung meraih Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) dalam domain Kesehatan dan Kesejahteraan sebagai yang tertinggi ke-dua tingkat nasional dengan nilai 80. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI, Raden Isnanta kepada Disparbudkepora pemprov Babel yang diwakili oleh Analis Kebijakan, Pejabat Fungsional Muda Wiyanti Budi Lestari.
Hal ini merupakan sebuah prestasi yang patut diapresiasi, mengingat ini merupakan modal yang luar biasa untuk mengoptimalkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. IPP juga merupakan salah satu instrumen penting untuk memberikan gambaran kemajuan pembangunan pemuda di Indonesia, oleh karena itu, Kadisparbudkepora, Widya Kemala Sari mengungkapkan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah, Bangka Belitung mendapatkan IPP domain Kesehatan dan Kesejahteraan tertinggi kedua tingkat nasional, karena itu kami dari Disparbudkepora merasa sangat bersyukur atas pencapaian ini,” kata Widya.
Widya menjelaskan bahwa untuk mencapai IPP Kesehatan dan Kesejahteraan ini ada beberapa indikator, yang diantaranya adalah terkait prevalensi rokok pada pemuda, menurunnya penyakit pada usia muda, persentase remaja perempuan yang sedang hamil, dan juga penyakit mental.
“Rokok identik dengan berbagai penyakit berbahaya yang menyertainya, karena itu prevalensi merokok merupakan salah satu indikator. Menurunnya penyakit pada usia muda yang diantaranya adalah kanker, stroke, diabetes, hipertensi. Dengan ini dapat dilihat bahwa gaya hidup pemuda mulai berubah kearah yang lebih baik,” ujar Widya.
“Selain itu persentase remaja perempuan yang sedang hamil juga menjadi indikator. karena hamil diusia muda rentan dengan meningkatnya resiko penyakit reproduksi,” tambah Widya.
Sedangkan dalam hal kesejahteraan, banyaknya bermunculan UMKM menjadi salah satu indikator, serta rendahnya tingkat kriminalitas yang terjadi pada pemuda.
“Terkait UMKM, kita juga punya program enterpreneurship untuk anak-anak muda dan ada juga lombanya,” terang Widya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Kepemudaan dan Kepramukaan, Pairus mengatakan bahwa dengan mendapatkan penghargaan ini membuat Bidang yang dinaunginya menjadi terpacu untuk dapat meningkatkan IPP pada domain lainnya.
Tidak lupa, dirinya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung IPP, yaitu OPD OPD lintas sektoral di Bangka Belitung seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Disdukcapil, dan dinas-dinas lainnya. Begitupun kepada komunitas-komunitas kepemudaan di Babel
“Diharapkan kedepannya ada domain-domain lain yang juga meningkat di Bangka Belitung. Kami juga mengharapkan Kemenpora untuk dapat mendukung dengan menggelontorkan dana khusus untuk pembinaan pengembangan kepemudaan di Bangka Belitung,” tutupnya.