Pangkalpinang - Geliat pemerintah untuk mempromosikan Bangka Belitung tidak pernah berhenti. Pada kali ini promosi wisata dikemas apik dengan menggunakan video musik yang akan menampilkan keindahan Danau Kaolin dan Danau Pading dan juga kota Mentok.

"Video musik ini merupakan salah satu trik baru dalam mempromosikan wisata yang ada di Bangka Belitung," ujar Kadisparbudkepora, Suharto, Rabu (05/01/22).

Karena itu, Tim Dewan Pengurus Pusat Gerakan Ekonomi Kreatif (DPP Gekrafs) yang dipimpin oleh Ketua DPP Gekrafs bidang events dan sosialisasi program, Ferry Ardiansyah bertandang ke Disparbudkepora untuk membahas konsep pembuatan video musik tersebut.

Disampaikan oleh Suharto, dalam pembahasan ini sudah mendapatkan arahan dari Gubernur Erzaldi, dan juga Melati Erzaldi, selaku ketua Ketua Dewan Pembina Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pada kesempatan tersebut, Suharto mengatakan bahwa pembuatan perlombaan video promosi destinasi wisata, sebelumnya juga sudah pernah dilakukan oleh Disparbudkepora dan bekerjasama dengan Bangkapos untuk skala lokal. 

Dalam hitungan hanya 15 hari, sudah ratusan peserta berpartisipasi. Animo masyarakat sangat bagus sekali. Karena itu, Suharto memiliki tujuan untuk membuat perlombaan video promosi wisata Babel skala internasional.

"Promosi dengan video musik ini saya rasa sangat tepat di era pandemi seperti ini. Dan untuk promosi wisata ini, saya harap bisa mendatangkan event promosi wisata skala dunia, dan ketua DPP gekrafs tadi setuju untuk menghadap pak Menteri. Jadi, begitu kita akan mengadakan lomba video (skala internasional) yang ada di Babel, bisa dibayangkan Babel akan ramai dengan seniman-seniman di dunia," ujarnya penuh semangat.

Untuk itu, persiapan wisata di Babel sudah harus dipersiapkan sebaik mungkin. Suharto meyakini, setelah pandemi dinyatakan usai, maka wisata tidak terbendung lagi.

"Bayangkan saja, sejak pandemi sudah dua tahun kita merasa terkurung. Ini ibarat ayam yang dilepas dari kandang maka akan terbang kemana-mana. Seperti juga wisatawan, yang akan membanjiri daerah wisata saat pandemi usai," pungkasnya.